Polemik Khutbah Jumat, Jubir Wapres: Tak Perlu Khawatir Berlebihan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 23 Oktober 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 337 2298373 polemik-khutbah-jumat-jubir-wapres-tak-perlu-khawatir-berlebihan-3auDJzlAiU.jpg Ilustrasi Sholat Jumat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Materi pengarusutamaan moderasi beragama yang disiapkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk dai ketika khutbah Jumat dinilai bagus. Namun, materi tersebut tidak harus jadi kewajiban bagi para penceramah.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, saat dikonfirmasi perihal rencana Kemenag menyiapkan materi khutbah Jumat untuk para dai.

"Saya kira pengarusutamaan moderasi beragama bagus, karena selama ini Indonesia menjadi basis yang kuat bagi Islam moderat, Islam tawasuthiyyah, selama ini dunia mengenal Indonesia sebagai kekuatan utama untuk moderasi Islam sehingga kalau itu mau makin dikuatkan ya bagus-bagus saja," ucap Masduki saat berbincang dengan Okezone, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Jadi Polemik, Wamenag: Jangan Selalu Curiga

Kendati demikian, Masduki mengatakan penyiapan naskah khutbah Jumat oleh Kemenag baru berupa rencana. Wapres Ma'ruf Amin pun belum menerima laporan atau dikoordinasikan perihal program tersebut.

Ia berharap tak ada kekhawatiran berlebih terhadap rencana Kemenag. Apalagi, materi tersebut sifatnya tidak wajib untuk para dai, melainkan hanya pengayaan saja.

"Jadi tidak perlu kekhawatiran berlebihan karena kita batang tubuh umat Islam yang menjadi tulang punggung moderasi itu sangat-sangat kuat. Artinya, kalau ada yang mau mengisi untuk penguatan ya bagus-bagus saja," tuturnya.

"Kalau ada kekhawatiran seperti itu ya yang namanya negeri ini bebas boleh khawatir, boleh juga tak khawatir. Tapi kan yang pasti sepanjang ini pilihan ya nggak apa-apa, pilihan untuk memilih konten itu dan tidak memilih juga enggak apa-apa," tambah Masduki.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, program penyiapan khutbah Jumat masih dalam tahap rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh agama, tokoh ormas, dan akademisi kampus.

"Kami punya ide pengayaan narasi khutbah Jumat. Tapi ini masih rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh ormas, tokoh agama, serta akademisi kampus perguruan tinggi keagamaan Islam,” terangnya melalui keterangan tertulis, Rabu 21 Oktober 2020.

Baca Juga: Pemerintah Wacanakan Kontrol Khutbah Sholat Jumat, Kemenag: Masih Dikaji

Menurut Kamaruddin, penyusunan naskah khutbah ini akan diawali dengan pembahasan terkait signifikansi dan tema. Para penyusun akan merusmuskan bersama kebutuhan pesan keagamaan masyarakat kontemporer lalu dituangkan dalam rumusan tema.

"Tema seputar pengarusutamaan moderasi beragama akan menjadi salah satu yang dibahas bersama. Termasuk tema-tema keagamaan lainnya, baik seputar ubudiyah maupun mu’amalah," ujar Kamaruddin.

"Termasuk juga tema-tema sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam," lanjutnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini