Pelajar Ikut Demo, KPAI: Bukan Mekanisme Penyampaian Pendapat yang Aman

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 23 Oktober 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 337 2298328 pelajar-ikut-demo-kpai-bukan-mekanisme-penyampaian-pendapat-yang-aman-2eXc5qgS6h.jpg Ketua KPAI Susanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pelajar kerap kali terlibat aksi demonstrasi tentang Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) di Jakarta dan sejumlah daerah. Bahkan, tak sedikit yang turut diamankan oleh polisi karena berbuat kerusuhan.

Menanggapi itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto mengatakan, anak-anak remaja, khususnya pelajar memang berhak untuk menyampaikan pendapat. Namun, mekanismenya tidak harus dengan terlibat aksi-aksi demonstrasi di muka umum.

"Demonstrasi bukan mekanisme penyampaian pendapat yang aman untuk anak. Mekanisme penyampaian pendapat yang aman dan nyaman, melalui forum anak, organisasi pelajar, dan saluran prosedural lain yang tak berisiko bagi keselamatan jiwa anak," ujarnya saat dihubungi, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga: Polisi Pulangkan Ratusan Remaja & Pelajar Terkait Demo UU Cipta Kerja

Menurutnya, KPAI hingga kini terus berupaya melakukan langkah-langkah, seperti upaya advoksi dan pengawasan agar anak tidak dilibatkan dalam aksi-aksi demonstrasi di muka umum. KPAI juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan lintas kementerian lembaga terkait optimalisasi pencegahan dan penanganan anak yang terlibat demo.

Dia menambahkan, pencegahan anak agar tak terlibat aksi demo juga merupakan tugas semua lapisan masyarakat, bukan hanya instansi ataupun lembaga tertentu saja. "Di samping itu, semua pihak seharusnya berkomitmen bersama-sama untuk mencegah keterlibatan anak dalam demonstrasi," katanya.

Baca Juga: Soal UU Cipta Kerja, Moeldoko : Presiden Jokowi Ambil Keputusan Tak Populis

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini