Mahfud MD Minta Warga Tak Berkerumun di Acara Maulid Nabi

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 23 Oktober 2020 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 23 337 2298233 mahfud-md-minta-warga-tak-berkerumun-di-acara-maulid-nabi-qUhtpJngG7.JPG Menko Polhukam, Mahfud MD (Foto: Foto: iNews/Riezky)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut bahwa perayaan Maulid Nabi bertujuan untuk mengambil hikmah agar menjadi lebih baik.

Sehingga jangan sampai menjadi buruk, terhusus di bidang protokol kesehatan akibat hari libur masyarakat berkumpul dan membuat klaster baru penyebaran virus Covid-19.

"Maulid itu untuk mengambil hikmah agar kita menjadi lebih baik, jadi jangan sampai ada peringatan Maulid lalu menjadi lebih jelek di bidang protokol kesehatan. Misalnya karena peringatan Maulid libur, lalu protokol kesehatannya dilanggar dengan tumpukan-tumpukan orang kumpul pengajian, festival, dan sebagainya,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Antisipasi Penyebaran Virus Corona Saat Libur Panjang Akhir Oktober 2020, di Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Dia meminta untuk sekarang kegiatan berkumpul di tengah libur panjang Maulid Nabi dapat dikurangi dahulu. Menurutnya, kegiatan maulid dapat merefleksi apa yang baik dari kelahiran Nabi Muhammad, yakni agar hidup menjadi lebih baik.

Mahfud menyebut, saat ini penekanan angka penyebaran Covid-19 sudah mulai terlihat lebih baik. Mulai dari penegakkan protokol kesehatan, baik di tingkat angka kesembuhan, hingga persentase penularan juga sudah bagus, dan tingkat kematian sudah mulai sedikit.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang beragama rakyatnya. Dia menjelaskan, dalam istilah ilmu politik hukum ada yang bernama religious nation state atau negara kebangsaan yang beragama, semua agama di sini dihormati.

"Oleh sebab itu, sejak zaman Bung Karno mendirikan negara secara resmi peringatan Maulid Nabi diadakan di Istana Negara dan diliburkan seluruh kegiatan perkantoran dan persekolahan," ucapnya.

“Maulid itu kita harus memperbaiki kehidupan kita sesudah ulang tahun. Kata Nabi, kalau ulang tahun itu hari ini lebih baik dari kemarin maka orang itu beruntung, tapi kalau kehidupan kita hari ini hanya sama seperti kemarin maka dia rugi," imbuhnya.

Oleh karenanya, Mahfud berpesan agar perayaan Maulid Nabi bisa menjadi refleksi serta ajaran baik, moral, dan akhlak dari semua agama diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Meskipun bukan menjadi hukum resmi negara, jika ajaran-ajaran agama itu dipercaya dan dilaksanakan maka (akan) memberi inspirasi bagi kehidupan penyelenggaraan agama yaitu pemerintahan di bawah bimbingan Tuhan, sehingga menjadi negara yang baik, aman, dan makmur. Bukan negara yang jelek, yang menyengsarakan kita semuanya,” ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini