Wapres Dorong Santri Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297834 wapres-dorong-santri-tingkatkan-indeks-pembangunan-manusia-DJ7MWvtIqp.jpg Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin (foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mendorong santri dan pesantren memberikan kontribusi aktif menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Hal tersebut dikatakan Ma'ruf Amin dalam acara seminar Internasional santri milenial 2020 dan peluncuran program-program Pesantren An-Nawawi Tanara melalui konfenrensi video, Kamis (22/10/2020). Acara ini sekaligus memperingati Hari Santi Nasional (HSN) 2020.

"Saya mendorong santri dan pesantren berkontribusi aktif demi kemajuan bangsa, menekan angka kemiskinan di masyarakat, meningkatkan IPM," ujarnya.

Baca juga:

Hari Santri Nasional 2020, Wapres Ajak Pesantren Jadi Pelopor Protokol Kesehatan   

Epidemiolog : Pesantren dan Santri Berperan dalam Pembangunan Kesehatan Nasional

Tulis Pesan di Hari Santri Nasional, Jokowi Singgung Perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari

Menurut Ma'ruf, meningkatkan IPM sejalan dengan fokus utama pemerintahannya dengan Jokowi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul demi kemajuan bangsa.

"Pemerintah telah menempatkan pengembangan SDM sebagai prioritas utama. Hanya dengan kemampuan SDM unggul Indonesia mampu berperan dalam percaturan ekonomi dan politik global," jelasnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu berpesan agar santri tak patah semangat memberikan manfaat untuk bangsa kendati pandemi corona melanda tanah air.

"Situasi pandemi covid tidak menyurutkan semangat para santri untuk terus produktif, kreatif dan sinergi dalam memberikan manfaat bagi sesama," ucapnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Gus Syauqi, mengatakan santri selalu berada di garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu bisa dilihat dari fakta sejarah, di mana santri telah berjuang melawan rezim kolonial Belanda untuk memperjuangkan hak pusaka (kemerdekaan).

"Kita tak meragukan lagi bahwa rasa cinta santri terhadap NKRI sangat luar biasa. Ini dibuktikan 75 tahun lalu pada 22 Oktober 1945, dengan lahirnya resolusi jihad yang dipelopori oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, di mana pada waktu itu santri dan seluruh masyarakat Indonesia bersatu, berkoban untuk melawan penjajah," tutur Gus Syauqi.

Menurut Putra Wapres Ma'ruf Amin ini, santri kini tak mungkin melakukan perang fisik seperti dulu. Tetapi, kata dia, perjuangan santri sekarang adalah membendung gerakan yang berupaya merongrong NKRI, intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Kita wujudkan dalam gerakan upaya perlawanan terhadap kelompok yang akan merongrong NKRI," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini