Gratifikasi Nurhadi Diduga Digunakan untuk Beli Lahan Sawit hingga Tas Mewah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297776 gratifikasi-nurhadi-diduga-digunakan-untuk-beli-lahan-sawit-hingga-tas-mewah-QNKZvLObLy.jpg Nurhadi saat ditangkap Penyidik KPK (foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Sejumlah uang dugaan hasil gratifikasi yang diterima mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, disinyalir dialihkan ke sejumlah aset. Salah satu hasil gratifikasi Nurhadi, diduga digunakan untuk membeli lahan sawit hingga tas mewah merek Hermes.

Dimana, hal tersebut terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa Nurhadi dan menantunya menggunakan uang-uang tersebut untuk kepentingan pribadi, antara lain membeli pembelian lahan sawit di Padang Lawas sejumlah Rp2 miliar.

Kemudian, membeli beberapa tas merek Hermes sejumlah Rp3.2 miliar. Selanjutnya, ada aliran uang yang mengalir ke rekening istri Nurhadi, Tin Zuraida dengan nilai total Rp75 juta.

"Pembelian mobil mewah jenis Land Cruiser, Lexus. Alphard beserta aksesoris sejumlah Rp4.6 miliar, jam tangan sejumlah Rp1.4 miliar, pembayaran hutang sebesar Rp 10,6 miliar, berlibur ke luar negeri sejumlah Rp598 juta," imbuh Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Baca juga:

Berkas Penyidikan Nurhadi dan Menantunya Diserahkan ke JPU   

KPK Segera Terbitkan Sprindik TPPU Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Kembali Sita Lahan Kebun Sawit Diduga Milik Nurhadi Seluas 33.000 Meter   

Tak hanya itu, Jaksa Wawan juga merincikan, bahwa ada dugaan uang grarifikasi Nurhadi digunakan untuk merenovasi rumah yang berlokasi di Jalan Patal Senayan No.3B, Jakarta Selatan sejumlah Rp2.6 miliar serta kepentingan lainnya sekira Rp7,9 miliar.

Kendati demikin, KPK hingga saat ini belum menjerat Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebab, KPK masih menelaah lebih dalam bukti petunjuk yang sudah dikumpulkan.

"Terkait penerapan pasal TPPU, beberapa bukti petunjuk sudah kami kumpulkan, namun lebih dulu akan ditelaah lebih lanjut terutama terkait dengan unsur tindak pidana asal atau predicate crime dalam kasus tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi secara terpisah.

 

Sebelumnya, Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, telah didakwa menerima gratifikasi. Keduanya diduga menerima gratifikasi sebesar Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Uang itu disebut-sebut diterima Nurhadi dan Rezky dari sejumlah pihak sejak 2014 hingga 2017. Adapun, uang yang diterima Nurhadi melalui Rezky berasal dari sejumlah pihak yang berperkara diantaranya, Handoko Sutjitro, Renny Susetyo Wardhani.

Kemudian, Donny Gunawan, Fredy Setiawan, Riadi Waluyo, Calvin Pratama, Soepriyo Waskito Adi, Yoga Dwi Hartiar, dan H Rahmat Santoso. Seluruhnya, kata Jaksa, uang yang diterima Nurhadi dan Rezky berjumlah Rp37 miliar.

Keduanya pun didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini