Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Panggil Mantan Pejabat Pemprov DKI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297743 kasus-proyek-fiktif-waskita-karya-kpk-panggil-mantan-pejabat-pemprov-dki-AlvBdnpASR.jpg Gedung KPK. (Ilustrasi/Dok Okezone)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU), DKI Jakarta, Erry Basworo dan Manajer PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Made Sukaryawan, pada hari ini, Kamis (22/10/2020).

Keduanya dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Erry dan Made Sukaryawan bakal dimintai keterangannya untuk penyidikan tersangka, Yuly Ariandi Siregar (YAS).

"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan tersangka YAS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2020).

Belum diketahui secara pasti materi pemeriksaan yang bakal didalami penyidik terhadap Erry Basworo dan Made Sukaryawan. Namun, dari sekira 14 proyek yang diduga terdapat pekerjaan subkontraktor fiktif, terdapat sejumlah proyek yang berada di Jakarta.

Beberapa di antaranya proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22; proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1; proyek flyover Tubagus Angke; proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak); dan proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima tersangka atas kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Kelima tersangka tersebut adalah mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Desi Arryani; mantan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Kelima tersangka diduga secara bersama-sama turut menerima uang korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada beberapa proyek yang dikerjakan Waskita Karya. 

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian keuangan negara akibat perkara ini yaitu sebesar Rp202 miliar. Kerugian negara itu akibat penandatanganan dan kesepakatan jahat 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek Waskita Karya.

Baca Juga : KPK Duga Mantan Pejabat Waskita Karya Manipulasi Data Keuangan Proyek

Atas perbuatannya, lima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga : Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Sita Uang Rp12 Miliar dan Aset Tanah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini