Kasus Proyek Fiktif Waskita Karya, KPK Sita Uang Rp12 Miliar dan Aset Tanah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297737 kasus-proyek-fiktif-waskita-karya-kpk-sita-uang-rp12-miliar-dan-aset-tanah-75G9GBAYQB.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita uang sebanyak Rp12 miliar, serta satu aset tanah yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif, pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero) tahun 2009-2015.

Selain uang dan aset tanah, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara ini. Bahkan, penyidik telah memblokir puluhan aset yang saat ini sedang dalam proses verifikasi untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti.

"KPK telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, uang dan aset sebagai berikut, uang lebih kurang Rp12 miliar, 1 aset tanah di sita, serta puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (22/10/2020).

Baca juga:

KPK Duga Mantan Pejabat Waskita Karya Manipulasi Data Keuangan Proyek

KPK Lacak Aliran Uang Korupsi di Waskita Karya Lewat Staf Keuangan

Usut Proyek Fiktif, KPK Panggil Staf Keuangan Waskita Karya

Dalam penyidikan kasus ini, kata Ali, penyidik juga telah memeriksa sekira 200 saksi. Para saksi diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan lima tersangka kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero) tahun 2009-2015.

"Penyidik saat ini akan terus melengkapi berkas perkara, dengan dugaan nilai kerugian negara Rp202 miliar ini dengan fokus pada upaya asset recovery," imbuh Ali.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima tersangka atas kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.

Kelima tersangka tersebut yakni, mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Desi Arryani; Mantan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Kemudian, mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS). Kelima tersangka diduga secara bersama-sama turut menerima uang korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan sub kontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan Waskita Karya.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian keuangan negara akibat perkara ini yaitu sebesar Rp202 miliar. Kerugian negara itu akibat penandatanganan dan kesepakatan jahat 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek Waskita Karya.

Atas perbuatannya, lima tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini