Hujan Deras Jadi Pemicu Longsor yang Tewaskan 11 Orang di Muara Enim

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 22 Oktober 2020 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297631 hujan-deras-jadi-pemicu-longsor-yang-tewaskan-11-orang-di-muara-enim-cJr73ggBIs.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Tanah longsor yang terjadi di Desa Tanjung Lalang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Kesepuluh korban jiwa tersebut telah teridentifikasi oleh BPBD setempat.

TIM Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama babinsa, bhabinkamtibmas, Tim SAR PTBA telah melakukan evakuasi korban terdampak longsor.

“Sebagian dari mereka sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran pers yang diterima SINDO Media, Kamis (22/10/2020).

Hujan dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah labil memicu tanah longsor. Lokasi kejadian berada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Bencana ini terjadi para Rabu siang (21/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: 11 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Batu Bara Muara Enim

BPBD Provinsi Sumatera Selatan melaporkan lokasi tanah longsor tersebut merupakan penambangan batu bara tradisional di kedalaman sekitar 20 meter, berbentuk terowongan.

Sementara itu, pantauan di lapangan semalam (21/10) cuaca hujan deras masih berlangsung.

Berikut nama 11 orang yang menjadi korban tanah longsor di Kabupaten Muara Enim:

korban Tambang Rakyat longsor

1. Darwis (46), warga Tanjung Lalang

2. Hardiyawan, warga Tanjung Lalang

3. Rukasih, warga Tanjung Lalang

4. Sandra (25) warga Mulyadadi, Cipari

5. Joko (26), warga Penyandingan

6. Purwadi (60), warga Penyandingan

7. Sulfiawan (30), warga Tanjung Lalang

8. Sumarlin (35) warga OKU Selatan

9. Hupron, warga Lampung

10. Komardani (48), warga Sukaraja

11. Labisun (40), warga Lampung Utara

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG tiga hari ke depan, wilayah kecamatan masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan kondisi hari ini (22/10), cuaca diprakirakan cerah hingga malam nanti.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada Oktober ini. Selain itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat pengaruh fenomena La Nina yang dapat memicu curah hujan dengan intensitas hujan lebat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini