Selamat Hari Santri Nasional 2020

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 22 Oktober 2020 04:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 337 2297538 selamat-hari-santri-nasional-2020-IHYXsgGRzf.jpg Santri (Foto: Taufik Budi)

JAKARTA - Pemerintah menetapkan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Penetapan Hari Santri Nasional.

Pada lima tahun lalu, Kepala Negara memilih 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional untuk mengenang jasa dan perjuangan umat Islam, para santri, hingga pondok pesantren dalam melakukan perlawanan terhadap agresi militer Belanda kedua.

Kala itu, Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus syaikh Hasyim Asyari menyatakan resolusi jihad dengan mengajak seluruh umat Islam melawan penjajah pada 22 Oktober 1945. Fatwa resolusi jihad tersebut berhasil mengobarkan api semangat perjuangan umat Islam dalam melawan penjajah dan akan mati sahid bila gugur dalam perjuangan.

Baca Juga:  Kemenag: Peringatan Hari Santri 2020 Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Hari Santri Nasional tidak hanya merujuk kepada para santri dan pondok pesantren. Penetapan Hari Santri Nasional ditujukan kepada umat Islam yang mengedepankan komitmen untuk menjaga keutuhan bangsa.

Dikutip dari laman resmi Setkab.go.id, sejarah mencatat para santri tersebut telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, mengajarkan tentang arti kemerdekaan.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan penetapan Hari Santri Nasional ini dilakukan untuk mengingat peran para santri termasuk KH Hasyim Asyari.

"Mengingat peran historis itu, mengingat peran sejarah itu, mengingat peran santri menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia, mengingat peran tokoh-tokoh santri seperti KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan, KH Ahmad Hasan, Syech Ahmad Suropati, Kiai Mas Abdurahman, tadi dari Nahdatul Ulama, dari Muhammadiyah, dari Persis, dari Alirsyad, dari Mathaul Anwar, tadi juga dibisiki oleh Kiai Said Aqil Sirad (Red. Ketua Umum PBNU sekarang), masih ada nama-nama perwira PETA yang berasal dari kalangan santri," ucap Jokowi pada 2015 lalu.

Baca Juga:  Menag: Pesantren Harus Mampu Jawab Tantangan Global

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini