Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Libur Panjang, Satgas: Kita Harus Belajar dari Sebelumnya

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 21 Oktober 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297438 antisipasi-lonjakan-covid-19-usai-libur-panjang-satgas-kita-harus-belajar-dari-sebelumnya-q2uPsSrzgC.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Presiden Jokowi mengingatkan agar peningkatan laju penularan pandemi Covid-19 tidak terjadi lagi selepas masa libur panjang seperti yang pernah terjadi saat libur panjang pada Agustus 2020. Lalu, bagaimana pemerintah mengantisipasi liburan panjang akhir bulan Oktober nanti?

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo mengajak semua komponen untuk terus belajar dari libur panjang sebelumnya.

“Memang kita harus belajar banyak dari apa yang telah terjadi pada masa selama pandemi ini, ada banyak misteri yang belum terungkap, ada banyak teka-teki yang juga masih belum terjawab,” ucapnya dalam diskusi virtual “Potensi Penyebaran Covid-19 Ketika Libur Panjang” dari Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Doni mengatakan, semua pihak harus mau belajar dari apa yang terjadi pada masa-masa sebelumnya. Yang pertama adalah saat Idul Fitri. Pemerintah dengan tegas dan mengajak semua komponen untuk bisa menahan diri, guna bisa bersabar agar tidak mudik, agar tidak pulang ke kampung dulu.

“Alhamdulillah setelah lebaran Idul Fitri kasus yang terjadi tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, walaupun ada peningkatan,” katanya.

Selanjutnya pada akhir Juli yakni peringatan Idul Adha. Namun, kata Doni, di sini mulai ada pelonggaran dan upaya-upaya bersama untuk mengingatkan masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan tidak sekencang saat Idul Fitri.

“Kemudian dilanjutkan liburan 17 Agustus dan juga libur panjang bersama pada minggu ketiga akhir Agustus. Apa yang terjadi? Kasus mengalami peningkatan pada akhir Agustus dan juga awal September,” tutur Doni.

Sampai akhirnya, kata Doni, Gubernur DKI Anies mengumumkan kekhawatiran pemerintah DKI atas kenaikan kasus termasuk jumlah bed occupancy rate (BOR) ICU di rumah sakit Jakarta yang diperkirakan akan penuh pada 17 September yang akan datang. Termasuk juga mengubah kebijakan dari PSBB transisi kembali ke PSBB yang ketat.

Baca Juga : Doni Monardo Ingatkan Kasus Covid-19 Meningkat saat Libur Panjang

“Nah, apa yang disampaikan Pak Gubernur bukanlah tanpa alasan. Data-data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan DKI menunjukkan tren peningkatan kasus positif Covid, termasuk juga keterbatasan ruang ICU di sejumlah rumah sakit di Jakarta,” kata Doni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini