Pinangki Permasalahkan Dakwaan Jaksa Soal Penerimaan Uang USD500 Ribu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297406 pinangki-permasalahkan-dakwaan-jaksa-soal-penerimaan-uang-usd500-ribu-uuoia0LZ7E.jpg Sidang Pinangki di Pengadilan Tipikor (foto: Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Terdakwa Pinangki Sirna Malasari melalui kuasa hukumnya, Aldres Napitupulu mempermasalahkan uang 500 ribu dolar Amerika Serikat. Menurut Aldres, uang 500 ribu dolar Amerika yang dituding diterima oleh Pinangki tidak dijelaskan secara detail oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaan.

Padahal, kata Aldres, pihaknya telah mempertanyakan soal rincian uang 500 ribu dolar Amerika tersebut ke pihak penuntut umum lewat nota keberatan atau eksepsi, pada Rabu, 30 September 2020, lalu. Namun, hingga kini Jaksa penuntut belum menjelaskan detail itu.

"Penuntut umum masih tidak menjelaskan hal-hal yang kami sampaikan dalam eksepsi kami, yaitu tidak jelasnya kapan Pinangki terima uang, dari katanya Andi Irfan Jaya," kata Aldres di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

Baca juga:

Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinangki Sirna Malasari


Aldres menyampaikan, pernyataan itu disampaikan, karena dalam berkas Andi Irfan Jaya tidak pernah ditanya soal pemberian uang. Menurutnya, hingga kini dakwaan Jaka Penuntut Umum (JPU) masih menerka-nerka soal waktu dan tempat pemberian uang tersebut.

"Jaksa tadi hanya mengatakan, bahwa kami mendakwa dia menerima uang dari Andi Irfan Jaya, itu kalau nggak di Kuala Lumpur, di Jakarta atau atau kebanyakan ataunya itu, kita bisa lihat sendiri. Itu jelas atau enggak menurut kami, itu tidak jelas, tapi menurut penuntut umum itu yang jelas ya, nanti masyarakat bisa nilai," cetus Aldres.

Aldres pun menyoroti dakwaan JPU soal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap kliennya. Dia menyebut, dakwaan pencucian uang terhadap Pinangki tidak jelas.

"Kami katakan tidak jelas dimana menyamarkannya, dimana layeringnya pencucian uang di perkara ini. Kemudian dia jawab, bahwa digunakan untuk keperluan pribadi, loh iya bukan pencucian uang, itu namanya kalaupun benar itu menikmati hasil kejahatan bukan pencucian uang," ujar Aldres.

Aldres pun merasa keberatan terkait Pinangki didakwa bermufakat jahat untuk memberi suap kepada pejabat Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung. Menurutnya, dakwaan Jaksa tidak membeberkan siapa pejabat tersebut.

"Tapi di dalam dakwaan tidak disebutkan apa pejabatnya siapa pejabatnya, emang pejabat di Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung cuma satu. Tadi dia bilang sudah jelas itu, tapi kami tetap merasa itu tidak jelas siapa yang mau disuap oleh Pinangki ini," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini