Dugaan Oknum Terlibat Kematian Pendeta, TNI: Tidak Ada yang Ditutupi!

Riezky Maulana, iNews · Rabu 21 Oktober 2020 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297308 dugaan-oknum-terlibat-kematian-pendeta-tni-tidak-ada-yang-ditutupi-jST3DA6o6h.jpg Foto: iNews

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menerima laporan hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) serangkaian peristiwa penembakan dan pembunuhan di Intan Jaya, Papua.

(Baca juga: Mahfud MD : Yang Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua KKB, Bukan Masyarakat)

Dalam laporan tersebut, Mahfud MD menyebut tewasnya pendeta Yeremia Zanambani diduga ada keterlibatan oknum aparat.

Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa menuturkan, seluruh pihak wajib menghormati hasil temuan investigasi TGPF.

Namun ketika dikonfirmasi ada dugaan keterlibatan oknum aparat, pihaknya menegaskan bahwa TNI sangat menjunjung tinggi proses hukum untuk tindak lanjut dari proses tersebut.

"TNI tidak akan menutupi perilaku oknum aparat yang jelas-jelas melanggar hukum, aturan dan perintah-perintah dinas, karena ini merupakan komitmen pimpinan TNI untuk menjadikan TNI sebagai institusi yang taat hukum," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Masih kata dia, proses hukum terhadap terduga oknum aparat mudah diikuti oleh semua pihak karena organisasi TNI/Polri sangat jelas. Secara keseluruhan, sambungnya, kejelasan itu terpampang dari identitas personel, hingga kesatuannya.

"Bahkan bila dilaksanakan persidangan, juga jelas mekanismenya," ujarnya.

Bilamana pelakunya adalah KKB, karena tidak jelas pelakunya, maka dia sangat menyayangkan. Apalagi sesaat setelah penembakan TGPF (9/10/2020), KKB mengaku bertanggung sekaligus menolak keberadaan TGPF.

"Kita semua harus mendukung proses pro Justitia yang akan dilakukan oleh pemerintah, demi keamanan di Papua," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini