Mahfud MD : Yang Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua KKB, Bukan Masyarakat

Riezky Maulana, iNews · Rabu 21 Oktober 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297231 mahfud-md-yang-minta-tni-polri-ditarik-dari-papua-kkb-bukan-masyarakat-Ff1FtOOe0S.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Okezone)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyanggah tudingan yang selama ini banyak menyebut bahwa masyarakat Papua ingin TNI-Polri ditarik dari Bumi Cenderawasih. Mahfud balik menuding hal itu hanya akal-akalan kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Hal itu dikatakannya usai secara resmi menerima hasil investigasi TGPF Intan Jaya yang telah bekerja selama kurang lebih 17 hari, yakni sejak 1 hingga 17 Oktober.

"Keliru kalau mengatakan orang Papua sudah meminta agar aparat TNI-Polri itu ditarik dari Papua. Yang minta begitu, kelompok kriminal bersenjata, Kelompok TPNPB. Itu kan mereka yang minta," kata Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, malah masyarakat Papua berkeinginan agar TNI-Polri tetap berada di sana. Tujuannya, untuk mengamankan mereka dari gangguan keamanan.

Baca Juga : Hasil Investigasi TGPF, Menko Polhukam: KKB di Balik Kasus Pembunuhan di Intan Jaya

"Kalau rakyatnya, rakyat Papua itu justru perlu aparat untuk menjaga keamanan. Jadi tidak ada yang menolak kecuali KKB. Kalau rakyatnya justru minta adanya perlindungan yang bisa mengamankan mereka," tuturnya.

Baca Juga : Mahfud MD Rekomendasikan Struktur Organik Keamanan Papua Dilengkapi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini