Begini Kesiapsiagaan Palang Merah Indonesia Hadapi Fenomena La Nina

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297221 begini-kesiapsiagaan-palang-merah-indonesia-hadapi-fenomena-la-nina-71DdTB96Yy.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Wilayah Indonesia sedang menghadapi fenomena La Nina. Dimana fenomena tersebut berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor.

Atas adanya fenomena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) sudah menyiapkan beberapa kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena La Nina di Indonesia. Sekertaris Jenderal (Sekjen) PMI, Sudirman Said mengatakan, dalam menghadapi bencana efek dari La Nina, pihaknya telah mempersiapkan beberapa langkah.

Salah satunya adalah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini diperlukan agar PMI mengetahui apa saja yang perlu dikerjakan imbas bencana alam dari La Nina.

“Berkoordinasi dengan pihak BMKG, BNPB melalui disebut sebagai signature, insafe dan inarisk. Ini adalah satu software yang dengan prediksi apakah cuaca atau curah hujan kini kita bisa perkirakan, kemana bencana akan terjadi kemudian dititik itu kita akan antisipasi dan apa yang akan dikerjakan,” ujar Sudirman dalam konfrensi pers secara daring di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

 hujan

Sudirman menekankan, bencana alam akibat La Nina adalah sebuah situasi yang sangat amat tidak diharapkan seluruh masyarakat. Namun saat ini yang diperlukan adalah bagaimana antisipasi jika efek dari La Nina terjadi di Indonesia.

“Nah aksi dini terus dilakukan, sebagian sudah bergerak. PMI bersama stakholder melakukan tindakan dan mulai menggerakan satuan penanggulangan bencana (satgana) yang tersebar di seluruh kabupaten kota,” jelas Sudirman.

Tidak sampai disitu, lanjut Sudirman, aksi dini PMI lainnya adalah melakukan diseminasi dan sosialisasi bencana kepada masyarakat. Lalu mulai mengaktifkan tim siaga masyarakat, hingga kemudian melakukan pemeriksaan untuk menempatkan alat berat dan keselamatan.

“Kita punya akses alat berat tanki kendaraan termasuk kenadaraan khas kita, dimana kendaraan yang digerakan dengan rantai bukan roda sehingga bisa ke medan berat,” katanya.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, PMI bersama stakeholder terkait yakni pemerintah daerah, relawan dan organisasi kemudian sedang menyiapkan alat pertolongan pertama jika bencana hadir efek dari La Nina.

Mulai dari mengaktifkan community center milik PMI yang bisa menjadi tempat penampungan, pengungunsian bagi masyarakat yang terdampak dari bencana tersebut.

“Kemudian menyiapkan distribusi air, makanan dan pengecekan rambu evakuasi kalau harus ada pengungusian. Lalu menyiapkan shelter bagi pengungsi, menyiapkan alat dan alat pelindung diri. Kemudian menyiapkan SPD berbasis masyarakat,” pungkas Sudirman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini