Ma'ruf Amin Ingin Program Pencegahan Stunting Antarlembaga Terintegrasi

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297185 ma-ruf-amin-ingin-program-pencegahan-stunting-antarlembaga-terintegrasi-DbvUmFY4HT.jpg Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin (foto: Dok Okezone.com)

Ma'ruf menambahkan, konvergensi (pemusatan) atau integrasi program intervensi pencegahan stunting oleh K/L harus dilakukan agar bisa diterima oleh masyarakat secara komprehensif. Dampaknya prevalensi stunting dapat diturunkan.

"Penrunan prevalensi stunting akan efektif bila satu wilayah menerima keseluruhan program. Konvergensi adalah kata yang mudah diucapkan tapi tak mudah untuk diwujudkan. Untuk mewujudkannya diperlukan upaya keras dari kita semua setiap lembaga yang terlibat diminta hilangkan ego sektoral karena konvergensi membutuhkan kerjasama berbagai pihak," tuturnya.

"Untuk mewujudkan konvergensi percepatan pencegahan stunting diperlukan kepemimpinan yang kuat. Di berbagai negara yang sukses, kepemimpinan kuat ini jadi kunci keberhasilan utama," sambungnya.

Ia melanjutkan, pada 2019 ada 27,7 persen atau 6,5 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting karena kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Data itu bersumber dari hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Pada 2019 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kemenkes, 27,7 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, ini artinya ada sekitar 6,5 juta balita yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menjadikannya stunting," ungkapnya.

Menurut Ma'ruf, masih banyaknya balita Indonesia yang mengalami stunting adalah kondisi memprihatinkan. Pasalnya stunting akan mempengaruhi kualitas masa depan generasi penerus bangsa.

"Anak-anak yang stunting akan mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit tak menular, dan ketika dewasa mempunyai produktivitas yang rendah, dalam jangka panjang akan merugikan kita sebagai bangsa dan negara," pungkas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini