Hasil Investigasi TGPF, Menko Polhukam: KKB di Balik Kasus Pembunuhan di Intan Jaya

Riezky Maulana, iNews · Rabu 21 Oktober 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297170 hasil-investigasi-tgpf-menko-polhukam-kkb-dibalik-kasus-pembunuhan-di-intan-jaya-jST1E2qfPg.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), telah melaporkan seluruh hasil pengumpulan informasi dan data terkait serangkaian penyerangan, dan pembunuhan di Intan Jaya. Dari hasil tersebut, didapati kesimpulan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga ada dibalik terbunuhnya satu warga sipil dan dua aparat TNI.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, ketiga korban tersebut terbunuh dalam rentang waktu 17 hingga 19 September 2020.

"Informasi dan fakta yang didapat di lapangan menunjukkan, dugaan kuat keterlibatan Kelompok Kriminal Besenjata dalam peristiwa pembunuhan terhadap dua aparat bernama Serka Sahlan pada tanggal 17 September, dan Pratu Dwi Akbar tanggal 19 September. Demikian keterlibatan KKB tampak jelas dengan terbunuhnya warga sipil bernama Badawi tanggal 17 September 2020," kata Mahfud dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2020).

Baca juga:

TGPF Intan Jaya Akan Serahkan Hasil Investigasi ke Menko Polhukam   

TGPF Selesai Kumpulkan Data Kasus Penembakan di Intan Jaya

Tertembak di Intan Jaya, Anggota TGPF Dirawat di RSUD Sugapa   

Adapun terkait terbunuhnya seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani, kata Mahfud, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat. Diketahui Pendeta Zanambani, tewas pada tanggal 19 September 2020.

"Mengenai terbunuhnya pendeta Yeremia Zanambani pada tanggal 19 September 2020, informasi dan fakta yang didapatkan di lapangan menunjukkan dugaan keterlibatan oknum aparat," ujarnya.

Akan tetapi, Mahfud menjelaskan, ada pula kemungkinan pendeta dibunuh oleh pihak ketiga. Tahapan selanjutnya, kata Mahfud, pemerintah akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Ada juga kemungkinan dilakukan ini oleh pihak ketiga. Pemerintah akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, baik hukum pidana maupun hukum administrasi negara," tuturnya.

Sekadar informasi, TGPF Intan Jaya dibentuk Mahfud melalui Keputusan Menko Polhukam Nomor 83 Tahun 2020 per tanggal 1 Oktober. TGPF berisikan 30 orang yang memiliki berbagai macam latar belakang dengan Benny Mamoto sebagai ketua tim investigasi lapangan.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini