Wapres Ma'ruf Minta Kepala Daerah Jadikan Pencegahan Stunting Prioritas Pembangunan

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297167 wapres-ma-ruf-minta-kepala-daerah-jadikan-pencegahan-stunting-prioritas-pembangunan-i3wji3FF8R.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta kepala daerah menjadikan pencegahan stunting sebagai prioritas pembangunan di wilayahnya masing-masing. Pasalnya, angka balita yang mengalami stunting masih cukup tinggi di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Ma'ruf dalam Rapat Koordinasi Teknis Nasional Percepatan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan Kemensetneg secara virtual, Rabu (21/10/2020).

"Komitmen saudara (kepala daerah-red) sangat diperlukan dalam upaya percepatan pencegahan stunting. Dengan komitmen kuat dari kepala daerah, pencegahan stunting dapat dijadikan prioritas pembangunan dan semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi," ujarnya.

Ma'ruf menuturkan, komitmen pemerintah daerah dalam mencegah stunting harus sejalan dengan pemerintah pusat. Ia mencontohkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dirinya menargetkan menurunkan angka stunting di Indonesia sebesar 14 persen hingga 2024.

"Target ini harus kita capai bersama melalui konvergensi antarprogram dan pelaku baik di pusat maupun daerah hingga tingkat desa," katanya.

Stunting, kata Ma'ruf, sebagai kondisi gagal tumbuh disebabkan kekurangan gizi dalam waktu lama sejak anak masih berada di kandungan hingga anak berusia 2 tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pada 2019 ada 27,7 persen atau 6,5 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting karena kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Data itu bersumber dari hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Pada 2019 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kemenkes, 27,7 persen anak balita Indonesia mengalami stunting. Ini artinya ada sekitar 6,5 juta balita yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menjadikannya stunting," ucapnya.

Menurut Ma'ruf, masih banyaknya balita Indonesia yang mengalami stunting adalah kondisi memprihatinkan. Pasalnya stunting akan memengaruhi kualitas masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga : Wapres Ma'ruf Amin: 6,5 Juta Balita Indonesia Mengalami Stunting

"Anak-anak yang stunting akan mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit tak menular, dan ketika dewasa mempunyai produktivitas yang rendah, dalam jangka panjang akan merugikan kita sebagai bangsa dan negara," tuturnya.

Baca Juga : Wapres Ma'ruf Amin: Jangan Sampai Pandemi Menambah Jumlah Anak Stunting

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini