Gubernur Lemhanas Yakin Kunjungan Prabowo ke AS Sesuai Arahan Presiden

Agregasi Sindonews.com, · Rabu 21 Oktober 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297146 gubernur-lemhanas-yakin-kunjungan-prabowo-ke-as-sesuai-arahan-presiden-Yw4p3dennQ.jpg Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo berbicara pada konferensi pers Jakarta Geopolitical Forum IV/2020, 21 Oktober 2020. (Foto: iNews/Felldy Utama)

JAKARTA - Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo menyatakan kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Menhan AS, Mark Esper bukan hal yang baru. Dia meminta semua pihak tak perlu merasa terkejut.

Hal itu dikatakan Agus menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri 'Jakarta Geopolitical Forum IV' di Gedung MNC Tower, Jakarta, Rabu (21/10/2020). Agus percaya, misi yang dibawa Prabowo mewakili pemerintah Indonesia sebagai bagian hubungan diplomasi antar bangsa-bangsa di dunia.

BACA JUGA: Gubernur Lemhannas: Perlu Upaya Terpadu Berbagai Negara untuk Hadapi Tantangan Covid-19

"Masing-masing negara, masing-masing bangsa punya kepentingan nasional. Dan memang hubungan internasional pada hakikatnya sebenarnya pertemuan dari berbagai bangsa-bangsa itu. Jadi ya kita jangan terkejut," kata Agus.

Namun begitu, Agus mengingatkan bahwa tidak ada sebuah bangsa yang baik hati untuk membantu bangsa lain tanpa kita melihat kepentingan negara itu, dalam hal ini AS. Untuk itu, Agus meminta agar kita 'adu waspada dan adu kuat' dalam menyusun diplomasi.

BACA JUGA: Lemhannas: Covid-19 Pengaruhi Lanskap Geopolitik di Dunia

"Dan kalau kita lihat dari dalam diri kita sendiri Pak Prabowo ke sana kan juga tidak diundang sebagai Pak Prabowo sendiri kan, tapi (sebagai) menteri pertahanan. Maka pasti juga dalam benak Pak Prabowo sudah membawa portofilio bidang pertahanan dari kebijakan nasional, dan pasti juga ada arahan-arahan yang diberikan oleh bapak Presiden Jokowi kepada Pak Prabowo," ujarnya.

Agus mengatakan, dirinya juga tidak tahu persis apa yang dibicarakan dan diputuskan dalam pertemuan itu. Yang pasti, dalam pertemuan itu AS memiliki kepentingan yang akan 'digolkan' untuk kepentingan nasional mereka. Sebaliknya, Indonesia juga memiliki kepentingan nasional yang sama.

Untuk itu, tanpa harus menebak-nebak apa saja kesepakatan yang telah dicapai, Agus meyakini faktor pertahanan nasional merupakan kebijakan bidang pertahanan sebagai penjabaran dari kebijakan nasional yang sudah dirumuskan oleh Presiden Jokowi.

"Itu adalah dalam rangka tentunya untuk membangun ketahanan nasional agar kita punya kemampuan dari dalam diri kita sebagai bangsa untuk menghadapi ancaman, hambatan dan tantangan dari mana pun itu," ucapnya.

"Jadi saya yakin juga, saya juga kenal Pak Prabowo, beliau punya rasa nasionalisme yang tinggi. Tapi yang jelas ada sistem nasional dari kita, sehingga yang bertemu nanti antara sistem Indonesia dengan sistem Amerika yang masing-masing membawakan perspektif kepentingannya sendiri-sendiri," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini