Wapres Ma'ruf Amin: 6,5 Juta Balita Indonesia Mengalami Stunting

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 21 Oktober 2020 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 337 2297057 wapres-ma-ruf-amin-6-5-juta-balita-indonesia-mengalami-stunting-cx6C1GXsCj.jpg Wakil Presiden, Maruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengungkapkan, pada 2019 ada 27,7 persen atau 6,5 juta balita di Indonesia yang mengalami stunting karena kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Data itu bersumber dari hasil survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Pada 2019 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia yang dilakukan Kemenkes, 27,7 persen anak balita Indonesia mengalami stunting, ini artinya ada sekitar 6,5 juta balita yang mengalami kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menjadikannya stunting," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Nasional Percepatan Pencegahan Stunting yang diselenggarakan Kemensetneg secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Ma'ruf menuturkan, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting 14 persen hingga 2024 mendatang. Target ini harus dicapai bersama melalui konvergensi antarprogram dan pelaku baik di tataran pusat maupun daerah bahkan hingga desa.

"Stunting sebagai kondisi gagal tumbuh disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu yang lama dimulai dari janin hingga anak berusia dua tahun atau 1.000 hari pertama kehidupan," imbuhnya.

Menurut Ma'ruf, masih banyaknya balita Indonesia yang mengalami stunting adalah kondisi memprihatinkan. Pasalnya stunting akan memengaruhi kualitas masa depan generasi penerus bangsa.

"Anak-anak yang stunting akan mempunyai kemampuan kognitif yang lebih rendah, rentan terhadap penyakit tak menular, dan ketika dewasa mempunyai produktivitas yang rendah, dalam jangka panjang akan merugikan kita sebagai bangsa dan negara," pungkas dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini