Share

Kepala BNPB Ungkap Pentingnya Mitigasi Nonstruktural Hadapi La Nina

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 20 Oktober 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 337 2296435 kepala-bnpb-ungkap-pentingnya-mitigasi-nonstruktural-hadapi-la-nina-9t1wlCUMVI.JPG Kepala BNPB, Doni Monardo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Wilayah Indonesia sedang menghadapi fenomena La Nina. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun sudah menyampaikan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, curah hujan tinggi 20 sampai 40% dari biasanya.

Fenomena La Nina berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan longsor. Presiden Joko Widodo juga mengingatkan seluruh daerah di Indonesia untuk bersiap menghadapi ancaman banjir dan longsor.

“Bapak Presiden dua minggu yang lalu langsung memimpin rapat untuk mengantisipasi ancaman La Nina yang biasanya akan diikuti dengan banjir, banjir bandang dan tanah longsor,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dalam diskusi secara virtual “Mengantisipasi Bencana Hidrometeorologi” dari Telaga Saat, Megamendung, Bogor, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, hal paling penting dalam mengantisipasi ancaman ini adalah dengan mitigasi nonstruktural, yakni perubahan perilaku kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.

“Paling penting dalam mitigasi nonstruktural, artinya yang berupaya berfungsi kepada masalah kultural, masalah perilaku. Dan kalau kita sedang mempersiapkan diri dengan memperhatikan masalah perilaku, menjaga lingkungan dan juga mengantisipasi dengan kesiapsiagaan ini akan bisa mengurangi risiko. Utamanya risiko korban jiwa,” ucap dia.

Doni Monardo.

Doni mengatakan saat ini banyak pimpinan daerah yang melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana di suatu daerah. “Dan dalam beberapa tahun terakhir BNPB telah melihat adanya sejumlah hal positif, yang dilakukan oleh banyak pimpinan di daerah, dengan melibatkan begitu banyak komponen ketika ada informasi curah hujan yang tinggi. Mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk mengikuti informasi dari hulu,” ujarnya.

Baca juga: Ancaman La Nina, BMKG: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang

Dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat tersebut, informasi mengenai potensi bencana di suatu daerah akan diikuti dan menjadi kewaspadaan. Hal it meminimalkan potensi korban jiwa saat terjadi bencana. “Nah, teman-teman atau masakan memberikan laporan dan itu akan diikuti dengan evakuasi. Ketika prosedur ini dilakukan, ketika banjir banjir bandang tiba, maka masyarakat akan selamat,” kata Doni.

“Demikian juga peringatan yang disampaikan oleh BPBD kepada daerah-daerah atau pemukiman yang berada di lereng-lereng bukit atau lereng gunung, yang mana kemiringannya lebih dari 30 derajat untuk kita evaluasikan sementara, ketika terjadi longsor maka rumah mereka mungkin akan tertimbun tetapi manusianya akan bisa selamat,” jelas Doni.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini