Napoleon & Prasetijo Makan Soto Betawi, Komjak: Tak Boleh Ada yang Istimewa!

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 20 Oktober 2020 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 337 2296344 napoleon-prasetijo-makan-bareng-kepala-kejaksaan-komjak-tak-boleh-ada-yang-istimewa-BNQNLwQ3pa.jpg Kepala Kejari Jaksel makan siang bareng Napoleon dan Prasetijo (Foto : Tangkapan layar media sosial)

JAKARTA - Komisi Kejaksaan (Komjak) telah mengirimkan surat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jaksel Anang Supriyatna untuk mengklarifikasi foto makan bareng dengan dua tersangka kasus red notice Djoko Tjandra yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengatakan, pemberian makan siang terhadap tersangka memang sudah seharusnya dilakukan namun harus sesuai ketentuan dan tidak boleh ada kesan mengistimewakan.

"Jadi tidak boleh ada kesan diistimewakan apalagi keistimewaan khusus, nah itulah yang kita tanya," kata Barita saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (20/10/2020).

Barita mengaku telah mengirimkan surat untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut. Apakah perlakukan itu sendiri sesuai dengan aturan yang ada atau tidak nantinya akan dievaluasi.

"Kan standarnya itu ada prosedur dan ketentuannya equality before the law itu kan memperlakukan sama sehingga orang tidak merasa diperlakukan diskriminasi atau istimewa," kata Barita.

"Apa betul ada perlakuan keistimewaan khusus, dimana diberi makan, berapa orang, bagaimana standartnya itu butuh hal teknis penjelasan yang akurat untuk kita evaluasi," tambahnya.

Barita berharap, pihaknya bisa mendapat penjelasan secepat mungkin terkait makan siang tersebut, dengan begitu bisa segera ditindaklanjuti. "Secepatnya kami minta dibalas mudah mudahan dalam beberapa hari kedepan bisa kita terima sehingga bisa kita tindak lanjuti," tandasnya.

Baca Juga : Viral! Foto Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Nikmati Hidangan dari Kejari Jaksel

Sebelumnya Kejari Jakarta Selatan memberikan jamuan berupa makan siang berupa Soto Betawi dalam prosesi penyerahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap II pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Kedua jenderal yang telah ditetapkan tersangka tersebut juga masih mengenakan baju dinas kepolisan.

Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte, Petrus Bala Pattyona menuturkan, jamuan yang diberikan Kepala Kejari Jakarta Selatan itu diberikan setelah melakukan Sholat Jumat berjamaah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini