KPU Ingin Akses Informasi Pilkada Dibuka ke Masyarakat Seluas-luasnya

Felldy Utama, iNews · Senin 19 Oktober 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 337 2296052 kpu-ingin-akses-informasi-pilkada-dibuka-ke-masyarakat-seluas-luasnya-ES8s2pyqv4.jpg Komisioner KPU Hasyim Asy'ari (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta jajaran KPU Daerah dalam hal ini sebagai penyelenggara teknis pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 untuk membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat.

Komisioner KPU RI, Hasyim Asy'ari menyampaikan, dalam menjalankan tugas kepemiluan, ada dua asas yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara di daerah. Dua asas yang dimaksud adalah transparansi dan akuntabel.

"Itu ada kewajiban bagi KPU untuk menyampaikan berbagai macam informasi perkembangan penyelenggaraan pemilu Pilkada kepada masyarakat," kata Hasyim dalam Webinar Nasional bertajuk 'Sosialisasi Etik Dalam Pencegahan Pelanggaran Kode Etik Pilkada Serentak 2020', Senin (19/10/2020).

Baca Juga:  Bawaslu Tekankan Pentingnya Penyelenggara Pemilu Jaga Perilaku

Oleh karena itu, menyangkut transparansi atau keterbukaan dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan, setidaknya ada dua makna. Makna pertama adalah open to document.

Apalagi, kata dia, KPU Pusat telau menyiapkan instrumen-instrumennya. Misalnya seperti sistem informasi daftar pemilih, sistem informasi pencalonan (Silon), ada sistem informasi partai politik, ada sistem informasi Dana kampanye (Sidakam), sistem informasi penghitungan (Situng). Bahkan, ke depan akan diperbaiki dengan sistem informasi rekapitulasi (Sirekap).

"Itu adalah instrumen instrumen yang disiapkan oleh KPU dalam rangka untuk membangun transparansi," ujarnya.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Jumlah Maksimal Pemilih di TPS 500 Orang 

Makna transparansi kedua adalah access to information, dia menjelaskan KPU juga telah menyiapkan instrumennya dalam rangka apabila ada pihak-pihak yang ingin mendapatkan informasi atau mendapatkan dokumen.

"KPU membuka pintu-pintu akses informasi, tapi sekali lagi informasi itu juga Informasi yang tidak dikecualikan atau yang dibuka kepada publik atau dapat diakses oleh publik," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini