Kemenkes: Vaksin Covid-19 hingga Desember Cukup untuk 9,1 Juta Orang

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 19 Oktober 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 337 2295994 kemenkes-vaksin-covid-19-hingga-desember-cukup-untuk-9-1-juta-orang-MX3oxXsCzK.jpg Achmad Yurianto. (Foto: Kemenkes RI)

JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, ketersediaan vaksin Covid-19 hingga Desember 2020 cukup untuk 9,1 juta orang. Ketersediaan itu berasal dari tiga perusahaan China, yakni Sinovac, Sinofarm dan Cansino. 

“Kalau ditotal pada bulan November dan Desember kita sudah mendapatkan kepastian ketersediaan untuk digunakan vaksinasi bagi 9,1 juta orang,” kata Yuri secara virtual dalam Update Kesiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan Kemenkes, Senin (19/10/2020).  

Yuri mengatakan, Pemerintah dengan Sinovac telah memiliki komitmen untuk pembelian 3 juta vaksin, yang dikirim pada bulan November dan Desember.

“Sinovac sendiri sudah memiliki memberikan komitmen, untuk memberikan kepada Indonesia kesempatan untuk membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi. Jadi bukan diproduksi di Biofarma, sudah jadi, sebanyak 2 kali pengiriman. Rencana awal adalah di bulan November akan dikirim 1,5 juta vaksin. Kemudian di bulan Desember 1,5 juta vaksin,” jelas Yuri.  

Yuri menjelaskan, karakteristik vaksin Sinovac ini adalah dua kali pemakaian untuk satu orang, total 3 juta vaksin cukup untuk 1,5 juta orang.

“Kalau kita lihat karakteristik Sinovac maka pembeliannya adalah dual use, jadi 1 orang disuntik 2 kali, vaksin dasar, 14 hari kemudian booster. Maka angka dua kali 1,5 juta (3 juta) ini bisa digunakan untuk menyuntik 1,5 juta orang. Dua kali pengiriman jadi bisa untuk menyuntik 1,5 juta orang,” jelasnya. 

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Sama halnya dengan Sinofarm yang dua kali pemakaian. Maka dengan pengiriman 15 juta vaksin, bisa digunakan untuk vaksinasi 7,5 juta orang pada bulan Desember.

“Sinofarm sudah memberikan komitmen kita, dia dual use juga untuk bulan Desember bisa mengirimkan 15 juta dosis. Artinya kalau dia penyuntikannya 2 kali, maka bisa digunakan untuk 7,5 juta orang,” papar Yuri.

Sementara untuk vaksin Cansino bisa menyediakan 100 ribu dosis vaksin dengan single use, atau bisa digunakan untuk 100 ribu orang.

Baca juga: MUI Ungkap 3 Syarat Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19, Apa Saja?

“Sementara Cansino single dose hanya sekali suntik, karena platformnya beda. Antara Sinovac dengan Sinofarm ini sama menggunakan virus yang tidak diaktifkan, inactivity virus. Sementara Cansino adalah format yang lain, sehingga dengan single dose. Kesanggupannya adalah menyediakan sebanyak 100 ribu dosis,” jelas Yuri. 

Namun, kepastian ketersediaan masih akan sangat tergantung emergency use authority. “Ini bisa dikeluarkan oleh Badan POM dan rekomendasi kehalalan dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia yang sekarang sedang kita proses untuk data sharingnya,” jelasnya. 

Yuri mengatakan, kepastian emergency use authority ini diperkirakan akan selesai paling lambat pada minggu awal bulan November.

“Semuanya ini akan selesai kira-kira di akhir bulan Oktober ini. Setidak-tidaknya minggu pertama November kita harapkan kita sudah mendapatkan kepastian tentang keamanan, dalam terminologi kita aman dalam aspek manfaat dan akibat yang dikeluarkan oleh Badan POM. Dan aman dalam aspek kehalalan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia,” ucapnya. 

“Ketersediaan ada, sebanyak itu kemudian sertifikasi Badan POM dan Majelis Ulama serta Kementerian Agama sedang berproses. Kesiapan anggaran sedang yang kita bahas sampai saat ini. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik,” jelas Yuri. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini