Arwah Serdadu Jepang di Kali Bekasi

Tim Okezone, Okezone · Senin 19 Oktober 2020 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 337 2295872 arwah-serdadu-jepang-di-kali-bekasi-r9yreQmxQ1.jpg Tentara Jepang (Foto: Mikeda History)

TEPAT pada 19 Oktober 1945 atau 75 tahun silam, Stasiun Kota Bekasi hingga Kali Bekasi menjadi saksi bisu pembantaian besar-besaran yang dilakukan pejuang Bekasi terhadap 90 serdadu Kaigun (Angkatan Laut Jepang) .

(Baca juga: Saat Tanda Tangan Bung Karno Tak Bisa Hentikan Pembantaian 90 Serdadu Kaigun di Bekasi)

Saat itu, 90 serdadu Jepang tersebut dipulangkan melalui jalur udara dari Kalijati, Subang menggunakan kereta api (KA) dari arah Stasiun Jatinegara. Namun, saat melintas Stasiun Bekasi, rangkaian KA tersebut dicegat dan digeledah.

Ketika dilakukan penggeledahan, sebuah tembakan meletus dari pihak Jepang. Massa pejuang di bawah komando Letda Zakaria langsung geram. Sebanyak 90 tentara Jepang tewas di tangan pejuang Bekasi. Selanjutnya jasad tentara Jepang tersebut dibuang ke Kali Bekasi, hingga menyebabkan Kali Bekasi menjadi merah.

(Baca juga: Kisah 90 Tentara Jepang Dieksekusi Sampai Kali Bekasi Memerah)

Peristiwa pembantaian tersebut memunculkan kisah mistis di lokasi. Dikatakan pula muncul sejumlah “penampakan” di situs itu beberapa waktu kemudian.

Dalam buku Robert B. Cribb bertajuk ‘Para Jago dan Kaum Revolusioner Jakarta 1945–1949’, masyarakat sekitar acap dihantui arwah-arwah serdadu Jepang yang tidak tenang. Kisah misteri ini pun menjadi urban legend di masyarakat Bekasi.

Sejarawan Bekasi Ali Anwar mengatakan, terjadinya pembantaian terhadap tentara Jepang ini, kata Ali, setelah kekalahan perang melawan sekutu diperintahkan untuk kembali ke negara asalnya.

"90 tentara Jepang itu seluruh mayatnya dibuang ke Kali Bekasi, jadi saksi mata yang dulu melihat peristiwa itu menyebutnya Kali Bekasi menjadi merah," ujar Ali beberapa waktu lalu.

Peristiwa berdarah itu kemudian diabadikan ke dalam Monumen Kali Bekasi yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Selatan, dekat jembatan rel Kali Bekasi. Pada prasasti di monumen tersebut, tertuang sepenggal sejarah aksi para pejuang Bekasi melawan serdadu Jepang.

Bahkan, setiap tahun pada 19 Oktober, warga Jepang di Indonesia juga sering melakukan ritual tabur bunga di tepi Kali Bekasi untuk mengenang peristiwa pahit tersebut

Monumen Kali Bekasi juga disebut Monumen Front Perjuangan Rakyat Bekasi, sebuah epos yang memiliki arti sangat dalam bagi Rakyat Bekasi, menggambarkan keberanian Rakyat Bekasi, juga lambang kepahlawanan dan kejuangan masyarakat Bekasi," kata dia. "Nilai-nilai kepatriotan tergambar dalam reflika monumen ini," lanjut dia.

Terlebih, kata Ali, pada massa itu Kali Bekasi merupakan garis demokrasi antara tentara Sekutu (Inggris dan NICA) yang menduduki Jakarta dengan lasakar-laskar di sebarang kali bagian timur.

"Monumen ini dibangun berkat kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Jepang sebagai monumen sejarah, tugu ini juga memberikan nilai edukatif yaitu, pesan perdamaian dan cinta kasih," tulis pesan dalam prasasti monumen tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini