Yuri: Jangan Anggap Vaksin Penyelesaian Akhir Pandemi Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 19 Oktober 2020 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 337 2295866 yuri-jangan-anggap-vaksin-penyelesaian-akhir-pandemi-covid-19-Wt8FLaUsxv.jpg Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI, dr. Achmad Yurianto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto menegaskan bahwa meskipun saat ini vaksin Covid-19 juga sedang dipersiapkan oleh pemerintah, hal itu tidak mengurangi pentingnya protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19.

“Oleh karenanya dipahami betul vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir dari pandemi ini. Sehingga persepsi bahwa kalau sudah ada vaksin maka selamat tinggal masker, selamat tinggal protokol kesehatan tidak bisa dilaksanakan. Ini persepsi yang salah,” ungkap Yuri secara virtual dalam Update Kesiapan Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan Kemenkes, Senin (19/10/2020).

BACA JUGA: Kemenkes: Vaksin Bukan Lini Pertama Penanggulangan Covid-19

Yuri menjelaskan bahwa vaksin hanya bisa mencegah namun tidak bisa membebaskan sepenuhnya dari kemungkinan terpapar Covid-19. “Tapi vaksin ditujukan adalah memberikan kekebalan agar pada saat kita terpapar virusnya tidak jadi sakit. Jadi mencegah untuk menjadi sakit akibat terpapar virus. Sehingga adalah lini kedua tetapi tidak membebaskan kita dari kemungkinan terpapar,” jelasnya.

Sehingga, disiplin protokol kesehatan dengan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun perlu tetap dijaga. “Ini perlu dipahami betul oleh seluruh masyarakat bahwa sekalipun telah divaksin maka menjaga agar tidak terpapar dengan tetap menggunakan masker perlu dilaksanakan,” tegas Yuri.

BACA JUGA: Ketimbang Fokus pada Vaksin Covid-19, Masyarakat Diimbau Lebih Patuhi Protokol Kesehatan

“Karena kalau tidak, maka mungkin di dalam tubuh kita akan kebal terhadap penyakit ini tetapi kita masih bisa terpapar virus. Yang menjadi permasalahan adalah apabila kemudian virus yang ada di tubuh kita ini tertular atau menularkan kepada orang lain yang belum di vaksin,” tambah Yuri.

Yuri pun mengatakan bahwa gambaran sekarang bahwa 80% kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala. “Ini gambaran yang sudah ada sekarang bahwa sekarang hampir 80% kasus konfirmasi positif dari pemeriksaan, ini menggambarkan bahwa 80% dari orang yang terpapar virus ini tidak jatuh dalam kondisi sakit. Yang ditandai dengan tidak ada gejala.”

“Nah apabila kemudian orang ini berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, tidak mencuci tangan maka ini akan menular kepada orang lain. Manakala orang yang tertular itu memiliki imunitas yang lebih rendah karena ada faktor komorbid, karena usia dan sebagainya maka akan masuk dalam fase jatuh sakit,” tegasnya.

Sehingga, sekali lagi Yuri menegaskan bahwa disiplin protokol kesehatan menjadi kunci mencegah terpapar Covid-19. “Tetap harus menggunakan masker, tetap menjaga jarak, tetap mencuci tangan sekalipun sudah divaksin. Ini latar belakangnya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini