La Nina, BMKG Perkirakan 29 Provinsi Diguyur Hujan Lebat Sepekan Mendatang

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 18 Oktober 2020 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 337 2295392 la-nina-bmkg-perkirakan-29-provinsi-diguyur-hujan-lebat-sepekan-mendatang-ek4Br1zJuw.jpg Ilustrasi hujan. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini tengah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, pemantauan BMKG terhadap indikator laut dan atmosfer menunjukkan suhu permukaan laut mendingin -0.5 C hingga -1,5 Celsius selama 7 dasarian terakhir (70 hari), diikuti dominasi aliran zonal angin timuran yang merepresentasikan penguatan angin pasat.

Menurutnya, La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di 29 provinsi di Indonesia. Dampak La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim/bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina.

"Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby," kata Guswanto dalam keterangan tertulis, Minggu (18/9/2020).

Ia menerangkan, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan klaster/kumpulan awan berpotensi hujan.

"Aktivitas La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," tuturnya.

BMKG memperkirakan 29 provinsi yang berpotensi diguyur hujan lebat untuk periode 18-24 Oktober 2020 dampak MJO terjadi di wilayah berikut ini:

- Aceh

- Sumatera Utara

- Sumatera Barat

- Riau

- Jambi

- Bengkulu

- Sumatera Selatan

- Kepulauan Bangka Belitung

- Lampung

- Banten

- DKI Jakarta

- Jawa Barat

- Jawa Tengah

- DI Yogyakarta

- Jawa Timur

- Bali

- Nusa Tenggara Barat

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Utara

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Selatan

- Maluku Utara

- Papua Barat

- Papua

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Bakal Landa Indonesia, Bagaimana Strategi BNPB?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini