TGPF Periksa 42 Saksi Kasus Penembakan di Intan Jaya Papua

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 17 Oktober 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 337 2295239 tgpf-periksa-42-saksi-kasus-penembakan-di-intan-jaya-papua-hMsIcuZPV7.jpg Benny Mamoto. (Foto: FB Benny J Mamoto)

JAKARTA - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD telah memeriksa 42 saksi dalam mengungkap serangkaian kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ke-42 orang saksi terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari istri Pendeta Yeremia Zanambani hingga personel TNI.

Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto menuturkan, hasil itu merupakan rekapitulasi pencatatan saki yang telah dihitung sampai Jumat 16 Oktober 2020 malam.

"Setelah kami tim semua berkumpul dan melaporkan, tentang siapa saja yang diwawancara sudah ada 40 saksi, ditambah dari tim Pak Sugeng, perorangan 2. Itu terdiri dari istri korban, keluarga, orang-orang di Hitadipa yang menolong, dan membawa korban sampai pemakaman, itu semua sudah kami periksa," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/10/2020).

Adapun dari total saksi yang diperiksa, sebanyak 16 orang personel TNI juga dimintai keterangan. Benny memastikan, dari keterbatasan waktu yang dimiliki TGPF, pihaknya sudah merasa hasil yang didapatkan sangat memuskan. 

"Anggota TNI ada 16 yang kami periksa dan wawancara. Kemudian kami di Sugapa perlu bertemu dengan penyidik, Dirkrimum dan juga beberapa saksi yang ada di Hitadipa, tapi saat itu dia tinggal di Sugapa. Dari sisi jumlah dengan waktu yang singkat, kami merasa sudah maksimal," ucapnya.

Baca juga: Senin, Mahfud MD Umumkan Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya Papua

Sekadar informasi, TGPF sebelumnya berhasil meyakinkan keluarga pendeta Yeremia untuk melakukan autopsi dan mendatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dari kepolisian. Mereka semula bersikukuh untuk menolak autopsi jenazah pendeta.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini