UU Cipta Kerja Ditentang, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Susah Amat!

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 17 Oktober 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 337 2295223 uu-cipta-kerja-ditentang-moeldoko-mau-diajak-bahagia-susah-amat-ZsA96KBICa.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan Undang-undang Cipta Kerja merupakan sarana mengangkat martabat bangsa dalam kompetisi global. Oleh sebab itu Moeldoko heran bila masih ada pihak yang menentang beleid itu.

(Baca juga: Istana Siapkan 35 PP dan 5 Perpres Tindaklanjut UU Cipta Kerja)

"UU Cipta Kerja ini merupakan sarana mengangkat martabat bangsa dalam kompetisi global. Eksistensi kita sebagai bangsa yang maju harus kita tunjukkan pada dunia. Tenaga kerja kita, buruh, petani, nelayan tidak boleh kalah dalam persaingan. Berlakunya undang-undang ini akan menandai berakhirnya masa kemarau bahagia," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Moeldoko, Presiden Joko Widodo sangat peduli dalam meletakkan pondasi Indonesia maju. Setidaknya ada enam hal yang menjadi perhatian. Sebagai pemimpin, Presiden harus menegakkan harga diri bangsa. Kemudian sebagai negara demokrasi, pemimpin harus menjaga kebebasan dalam berpendapat.

"Ketiga, memberi rasa aman. Keempat, menjaga eksistensi bangsa agar tidak kalah dalam persaingan. Kemudian penting juga untuk menjaga harmoni dalam berbangsa. Terakhir membuat masyarakat bahagia," jelasnya.

Moeldoko berujar indeks kebahagiaan (World Happiness Report / WHR, 2019) Indonesia dari 156 negara dunia, ada di peringkat 92. Di antara negara Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura, Thailand, Filipina, bahkan Malaysia. "Posisi kita hanya sedikit diatas Vietnam, Kaboja, dan Laos," ungkapnya.

Ia melanjutkan, Presiden Jokowi sudah memberi sejumlah arahan dalam mewujudkan Indonesia maju. Pertama, Presiden ingin membangun sumber daya manusia (SDM). Kedua, penyiapan infrastruktur berkelanjutan untuk menjamin konektivitas antarwilayah. Ketiga, reformasi birokrasi, dan terakhir adalah mempercepat transformasi ekonomi.

UU Cipta Kerja, kata Moeldoko menjadi salah satu instrumen untuk menjawab tantangan reformasi birokrasi, di mana beleid ini diyakini menghapus regulasi tumpang tindih. Kemudian UU Cipta Kerja disebut bisa mendorong tumbuhnya ekonomi dan meningkatkan daya saing.

"Wajah baru Indonesia di masa mendatang itulah yang menjadi cita-cita, menjadi janji Presiden," kata Moeldoko.

"Wajah Baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia dimana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karir, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat!," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini