Hampir 60 Persen Masyarakat Tahu Tentang Pengembangan Vaksin di Indonesia

Felldy Utama, iNews · Sabtu 17 Oktober 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 337 2295189 hampir-60-persen-masyarakat-tahu-tentang-pengembangan-vaksin-di-indonesia-kW5XXnRjeF.jpg Ilustrasi. (Foto: RFI)

JAKARTA - Lembaga survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) merilis hasil surveinya terkait perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 59,7 persen masyarakat mengaku tahu tentang keberadaan pengembangan vaksin tersebut.

"Publik yang kita sebut responden itu 59,7 persen mengetahui keberadaan pengembangan vaksin merah putih," kata Manager Riset Lembaga Survei KedaiKopi Justito Adiprasetio dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk 'Yakin Dengan Vaksin', Sabtu (17/10/2020).

BACA JUGA: DPR Ingatkan 'Penumpang Gelap' di Pengadaan Vaksin Covid-19

Sayangnya, kata dia, ada sebagian besar dari respondennya yang masih mengaku tidak mengetahui inovasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenristek bersama dengan instansi lain dalam hal pengembangan vaksin di Indonesia.

"Tapi, ada 40,3 persen responden yang tidak mengetahui keberadaan vaksin merah tadi," ujarnya.

Lebih jauh, kata dia, KedaiKopi juga mencari tahu tentang optimisme masyarakat terkait pengembangan vaksin merah putih. Tito mengatakan, pihaknya sebelumnya juga sudah mengetahui bahwa vaksin Merah Putih ini diharapkan dapat digunakan pada 2021 mendatang.

Dalam survei ini, Tito menyampaikan bahwa pihaknya menggunakan skala 1-10. Hasilnya, responden sebagian besar menjawab dengan angka 6 sebanyak 70,7 persen mengaku optimistis. Sementara, sekitar 29,3 persen mengaku tidak optimis.

"Jadi kita bisa simpulkan angkanya sebenarnya kalau bisa dikatakan optimis, tapi enggak tinggi-tinggi banget, tapi kalo dibilang rendah juga enggak," tutur dia.

BACA JUGA: Ketimbang Fokus pada Vaksin Covid-19, Masyarakat Diimbau Lebih Patuhi Protokol Kesehatan

Survei ini dilakukan pada tanggal 8-10 Oktober 2020 kemarin. Adapun, survei disebar ke 803 responden yang didapat dari 5.426 data panel responden yang dimiliki KedaiKopi. Dalam survei ini juga, KedaiKopi melakukan pembatasan terhadap sampelnya, dalam hal ini hanya ditujukan kepada pekerja kantor di DKI Jakarta.

"Asumsinya, mereka punya tingkat literasi yang lebih tinggi dibanding daerah lain, dan juga dibanding pekerjaan yang lain," pungkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini