Menilik Kecanggihan Eurofighter Typhoon, Jet Tempur Perang Libya Idaman Prabowo

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 17 Oktober 2020 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 337 2295113 menilik-kecanggihan-eurofighter-typhoon-jet-tempur-perang-libya-idaman-prabowo-MV5lT8Tzt6.jpg Foto: wikipedia

Pesawat ini juga terkenal saat NATO menggelar operasi di Libya pada Maret 2011. Sebagai bagian dari operasi Odyssey Dawn, Saat itu 10 jet tempur Typhoon Inggris bersama sejumlah pesawat lainnya dikerahkan untuk berpatroli di zona larangan terbang saat Perang Sipil Libya di bawah kepemimpinan Muammar Gaddafi.

Dalam operasi tersebut, Typhoon meluluhlantakan dua tank pasukan Gaddafi di selatan Misrata, Libya, dengan bom berpandu Raytheon Enhanced Paveway II berbobot 454 kg. Jet tempur Typhoon kembali ke Inggris setelah 6 bulan misi dan mencatat total 3.000 jam terbang.

Proyek Eurofighter juga pernah akan ditutup pada 24 Agustus 2010, dikarenakan kecelakaan jatuhnya pesawat Typhoon dua kursi yang menewaskan seorang pilot Angkatan Udara Saudi Arabia yang duduk dikursi depan tanpa ada alasan yang jelas saat lepas landas di Moron Air Base, Spanyol.

Para ahli menduga adanya serangan burung yang menyebabkan kerusakan pada sensor penting pesawat, pilot Instruktur dari Spanyol selamat setelah berhasil meloloskan diri lewat kursi lontar setelah kejadian itu Angkatan Udara Jerman melakukan grounded sekitar 55 pesawat Typhoon pada 16 september 2010 dan pada 17 september 2010 RAF mengistirahatkan sementara program latihan Typhoon namun unit pemukul cepat tetap disiagakan.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini