Peristiwa 17 Oktober : Prabowo Subianto Dilahirkan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 17 Oktober 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 337 2295016 peristiwa-17-oktober-prabowo-subianto-dilahirkan-H53ioT9M0U.jpg Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sederatan momen atau peristiwa pernah terjadi pada 17 Oktober dari tahun ke tahun. Sejumlah momen yang terjadi pada 17 Oktober tercatat menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia ataupun dunia.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang pernah terjadi pada 17 Oktober, mulai dari hari kelahiran tokoh seperti Prabowo Subianto hingga dua prajurit Marinir, Usman dan Harun dihukum gantung di Singapura.

Berikut ulasan singkat Okezone terkait sejumlah peristiwa yang terjadi pada 17 Oktober :

1. Peristiwa 17 Oktober di Jakarta

Peristiwa 17 Oktober di Jakarta merupakan meletusnya aksi demonstrasi di Ibu Kota tepat pada 17 Oktober 1952. Awalnya, pendemo mendatangi gedung parlemen untuk menyampaikan aspirasinya, namun kemudian mereka menuju Istana Presiden.

Adapun, tuntutan para pendemo yakni pembubaran parlemen dan mengganti dengan parlemen baru serta tuntutan segera dilaksanakan pemilihan umum. Penyebab utama dari peristiwa ini adalah terlalu jauhnya campur tangan kaum politisi terhadap masalah intern Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Demonstrasi ini disebut-sebut direncanakan Markas Besar Angkatan Darat atas inisiatif Letnan Kolonel Sutoko dan Letnan Kolonel S Parman. Pelaksanaannya, diorganisasi oleh Kolonel dr Mustopo selaku Kepala Kedokteran Gigi Angkatan Darat dan Perwira Penghubung Presiden, serta Letnan Kolonel Kemal Idris selaku Komandan Garnisun Jakarta.

Seksi Intel Divisi Siliwangi mengerahkan demonstran dari luar Ibu kota dengan menggunakan kendaraan truk militer. Pada waktu itu, Pasukan Tank muncul di Lapangan Merdeka, dan beberapa pucuk meriam diarahkan ke Istana Presiden.

Peristiwa 17 Oktober 1952 ini diupayakan diselesaikan melalui pertemuan Rapat Collegial (Raco) tanggal 25 Februari 1955 yang melahirkan kesepakatan Piagam Keutuhan Angkatan Darat yang ditandatangani oleh 29 perwira senior Angkatan Darat.

2. Anggota Korps Marinir Usman dan Harun Gugur Pasca-Dihukum Gantung

Sersan Dua Usman Jannatin dan Kopral Dua Harun Tohir merupakan prajurit Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO-AL) yang kini disebut Korps Marinir. Keduanya gugur setelah dihukum gantung oleh pemerintah Singapura, pada 17 Oktober 1968.

Usman dan Harun ditangkap di perairan Singapura pada saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia. Keduanya dituduh meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang pada pada 10 Maret 1965.

Sementara seorang anggota KKO lainnya yang ikut tugas negara yakni Gani Bin Arup berhasil melarikan diri dari Singapura dan pulang ke Indonesia dengan selamat.

Usman dan Harun kemudian dibawa ke Indonesia setelah dinyatakan meninggal dunia. Keduanya dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Nama keduanya abadi menjadi nama jalan, kapal, hingga sebuah Masjid di Cilandak.

3. Anwar Sadat Jabat Presiden Mesir

Jenderal Besar Mohammed Anwar Al Sadat merupakan seorang tentara dan politikus Mesir. Ia kemudianbterpilih menjabat sebagai Presiden ketiga Mesir pada periode 15 Oktober 1970 hingga terbunuhnya pada 6 Oktober 1981.

Oleh dunia Barat, Anwar Sadat dianggap sebagai orang yang sangat berpengaruh di Mesir dan di Timur Tengah dalam sejarah modern.

4. Lahirnya Prabowo Subianto

Letnan Jenderal TNI (Purn) H Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia. Prabowo lahir di Jakarta pada, 17 Oktober 1951. Saat ini, ia berusia 68 tahun.

Prabowo sendiri memiliki banyak prestasi dalam jenjang karir militer hingga politik. Karir politiknya saat ini yaitu Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju, Joko Widodo (Jokowi), untuk periode 2019 hingga 2024.

Prabowo merupakan anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo dan Dora Marie Sigar. Ia besar dengan kemiliterannya. Ia juga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra.

5. Meninggalnya Muhammad Yamin

Prof Mr Mohammad Yamin, S.H merupakan sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, serta ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 24 Agustus 1903 dan meninggal di Jakarta pada, 17 Oktober 1962 di usia 59 tahun.

Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini