Satgas Sebut Penanganan Covid-19 Selama 7 Bulan Lumayan Berhasil

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 Oktober 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294899 satgas-sebut-penanganan-covid-19-selama-7-bulan-lumayan-berhasil-RIR6ObmfCg.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, penanganan Covid-19 selama tujuh bulan ini cukup berhasil. Pasalnya, angka kasus aktif relatif turun dan angka kesembuhan juga meningkat bahkan di atas rata-rata dunia.

“Jadi seperti sudah dijelaskan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid (Doni Monardo), bahwa memang kasus jumlah kumulatifnya memang tinggi. Tetapi sekarang angka kesembuhannya juga sudah meningkat, angka kasus aktifnya juga sudah relatif turun. Dan bahkan sudah di bawah rata-rata dunia,” ungkap Wiku dalam diskusi Sosialisasi Iman, Aman dan Imun Hadapi Covid-19 secara virtual di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

 Baca juga:

Ma'ruf Amin Sebut Vaksin Bentuk Ikhtiar Mencegah Covid-19

Berikut Sebaran Penambahan Kasus Covid-19 di 34 Provinsi

 Satgas Covid-19: Kesadaran Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan Masih Rendah   

Dimana saat ini per 16 Oktober 2020 kasus konfirmasi Covid-19 kumulatif mencapai 353.461 orang. Kemudian kasus sembuh 277.544 orang, dan kasus meninggal 12.347 orang. Dimana kasus aktifnya sebanyak 63.570 orang atau 18,0% dari terkonfirmasi Covid-19.

“Dan angka kesembuhannya sudah di atas rata-rata dunia. Namun angka kematiannya masih sedikit di atas rata-rata dunia. Jadi ini adalah pekerjaan kita semua. Setelah 7 bulan ini rupanya lumayan berhasil, tapi kita tidak boleh lengah untuk terus waspada dan mengedepankan menjalankan protokol kesehatan 3M,” jelas Wiku.

 

Wiku pun mengatakan, kalau melihat angka kumulatif dunia yang sering disampaikan oleh semua pihak termasuk kumulatif di Indonesia, maka setiap penambahan kasus pasti angkanya naik karena berupa akumulatif.

“Dan sekarang kami menyampaikan hanya dalam bentuk kasus aktif di mana kasus aktif ini adalah masyarakat yang sedang sakit atau pasien yang sedang dirawat di rumah sakit,” katanya.

Wiku juga menegaskan, angka kasus aktif harus ditekan dengan memperbanyak testing, serta meningkatkan angka kesembuhan.

“Maka angkanya semakin lama semakin turun dan harus kita tekan terus dengan testing yang banyak, tetap angkanya harus tetap turun. Berarti yang sakit harus bisa jadi sembuh,” tuturnya.

“Dan angka kesembuhannya makin lama makin naik, dan angkanya cukup tinggi bahkan sudah bisa melebihi rata-rata dunia. Sekarang di level sekitar 76-77 persen. Dan ini selalu fluktuasi, jadi kalau kita gagal menyembuhkan maka otomatis akan turun. Kalau kita berhasil kita akan naik. Dan kecenderungannya dari waktu ke waktu naik terus,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini