Ma'ruf Amin Jelaskan Hukum Kehalalan Vaksin Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 16 Oktober 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294860 ma-ruf-amin-jelaskan-hukum-kehalalan-vaksin-covid-19-viSTB1d0hv.jpg Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Screenshoot dari Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia

JAKARTA - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin memastikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dilibatkan oleh pemerintah dalam proses pengadaan vaksin Covid-19 dan kehalalannya. Hal tersebut bertujuan agar vaksin tersebut aman digunakan oleh masyarakat.

"Nah untuk vaksin, saya sudah minta dilibatkan, dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin. Kemudian melalui audit di pabriknya," ujarnya saat berbincang secara virtual dengan dr Reisa, Jumat (16/10/2020).

Ma'ruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif ini menyebut saat ini sedang dilakukan kunjungan ke China dalam rangka memastikan proses pembuatan vaksin. Nantinya MUI bisa menetapkan apakah vaksin tersebut terbuat dari bahan baku yang halal atau tidak.

"Bahkan sekarang lagi kunjungan di RRT, dan kemudian akan terus terlibat dalam mensosialisasikan ke masyarakat luas. Dalam rangka vaksinasinya, saya kira MUI sudah terlibat sejak awal dan beberapa kali pertemuan ikut dilibatkan," jelasnya.

Ma'ruf menuturkan apabila hasil tinjauan MUI menyebutkan vaksin corona terbuat dan diproses dengan cara yang halal, maka itu tidak menjadi masalah. MUI juga akan memberikan sertifikat halal atas vaksin tersebut.

Baca Juga: Bicara Covid-19, Ma'ruf Amin Paparkan Kisah Umar Bin Khattab 

"Apabila itu halal, itu kan memang tidak menjadi masalah. Tetapi harus ada sertifikatnya oleh lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini MUI," ucapnya.

Namun bilamana vaksin tersebut terbuat dan diproses dengan cara tak halal, maka dalam kondisi darurat seperti ini diperbolehkan oleh agama. Sebelum digunakan ke masyarakat, MUI harus menetapkannya terlebih dahulu.

"Tetapi andai kata di dalam suatu ketika, seperti waktu meningitis itu ternyata belum ada yang halal, tetapi kalau tidak ada, tidak digunakan vaksin itu akan menimbulkan kebahayaan, akan menimbulkan penyakit atau juga penyakit yang berkepanjangan, maka bisa digunakan," jelasnya.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Sebut Vaksin Bentuk Ikhtiar Mencegah Covid-19 

"Walaupun tidak halal secara darurat. Tapi dengan penetapan oleh lembaga, bahwa iya ini boleh menggunakan karena keadaannya darurat. Harus ada ketetapan yang dikeluarkan oleh MUI," pungkas dia.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini