Kenakan Rompi Tahanan, Irjen Napoleon: Kita Buka Semuanya Nanti

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 16 Oktober 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294760 kenakan-rompi-tahanan-irjen-napoleon-kita-buka-semuanya-nanti-qecHSfh9Ix.png Irjen Napoleon Bonaparte (Foto : iNews/Erfan)

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menerima berkas bersama tiga tersangka, kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penghapusan red notice dari Bareskrim Mabes Polri. Ketiganya telah berganti mengenakan baju tahanan kejaksaan.

Dua tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Prasetijo Utomo ditahan di rutan Salemba Cabang Bareskrim Polri. Sementara Tommy Sumardi ditahan di rutan Salemba Cabang Kejari Jaksel.

Saat keluar dan hendak dimasukin mobil tahanan untuk dibawa ke rutan Salemba Cabang Bareskrim, Irjen Napoleon Bonaparte memberikan komentar atas pertanyaan awak media. Dengan membuka masker yang tengah dia kenakan Napoleon mengaku siap mengikuti semua proses hukum sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sementara Prasetijo Utomo dia memilih dia.

"Ada waktunya, ada tanggal mainnya," kata Napoleon Bonaparte saat keluar di Kejari Jaksel, jumat (16/10/2020).

 Baca juga:

Kejari Jaksel Terima Pelimpahan Irjen Napoleon, Brigjen Prasetijo dan Tommy Sumardi

Tidak hanya itu, dia juga siap membuka semua permasalah yang tengah menjeratnya di persidangan. "Kita buka semuanya nanti," tegasnya.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, dan Brigjen Prasetijo Utomo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus menghapus nama Joko Tjandra, dari daftar pencarian terpidana terdakwa di luar negeri.

 

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sementara Joko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai tersangka pemberi suap.

Selain menghapus daftar red notice itu, Joko Tjandra melalui pengacaranya Anita Kolopaking meminta Prasetijo Utomo untuk membuatkan surat jalan palsu untuk Joko Tjandra. Tujuannya, agar Joko Tjandra bisa melenggang bebas selama berada di Indonesia.

Napoleon disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 , Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b lJndang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 KUHP.

Sementara Brigjen Pol Prasetijo Utomo dijerat tiga pasal berlapis. Pasal-pasal tersebut berkaitan dengan pemalsuan surat jalan, upaya menghalangi penyidikan, dan memberi pertolongan terhadap Djoko Tjandra selaku buronan kelas kakap Kejaksaan Agung RI untuk melarikan diri.

"Kita telah menetapkan satu tersangka yaitu saudara BJP PU dengan persangkaan Pasal 263 Ayat 1 dan Ayat 2 juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatuan E KUHP dan Pasal 426 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 Ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun," ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Bareskrim Polri, beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini