Doni Monardo: Aman, Iman, dan Imun Jadi Kunci Selamat dari Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 Oktober 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294722 doni-monardo-aman-iman-dan-imun-jadi-kunci-selamat-dari-covid-19-nbcumvu4Pp.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, Covid-19 merupakan virus yang tidak kelihatan, tetapi dapat dirasakan dampaknya. Bahkan, korban jiwa secara global telah mencapai lebih dari 1 juta orang. Sementara yang terdampak atau yang terpapar Covid-19 telah mencapai lebih dari 37 juta orang di seluruh dunia.

Lalu, di Tanah Air yang sudah terpapar virus ini telah mencapai lebih dari 350 ribu orang. Dan yang wafat sudah lebih dari 12 ribu orang.

“Sebuah angka yang sangat besar sekali. Walaupun angka kesembuhan itu mengalami peningkatan sudah ada sekitar kurang dari 275 ribu warga negara kita yang telah sembuh dari bahaya Covid ini,” ungkap Doni dalam diskusi Sosialisasi Iman, Aman dan Imun Hadapi Covid-19 secara virtual di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca juga:

1.296 Pasien OTG Covid-19 Isolasi Mandiri di RSD Wisma Atlet

Kemenkes: 1.900 RS Ajukan Klaim Tagihan Penanganan Pasien Covid-19

RS Rujukan Covid-19 Sulit Ajukan Klaim, Ini Alasan Kemenkes   


Doni pun mengatakan, ada tiga kunci agar selamat dari Covid-19. “Supaya kita aman, kita patuh pada protokol kesehatan. Apa itu? Yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air mengalir. Atau kalau tidak ada tempat cuci tangan yang layak bisa menggunakan hand sanitizer,” katanya.

Namun, Doni mengatakan, bahwa mematuhi protokol kesehatan saja belum cukup. Harus dilengkapi dengan iman.

“Tetapi itu saja belum cukup harus dilengkapi dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Kita harus bersabar, kita bersabar menghadapi musibah ini. Dengan bersabar diharapkan kita bisa mengendalikan diri,” katanya.

Kata Doni, perjuangan dengan patuh protokol kesehatan belumlah sebanding dengan perjuangan, pengorbanan dan penderitaan para dokter yang merawat pasien di rumah sakit untuk melayani pasien apakah itu pasien Covid dan non Covid.

“Karena ternyata tidak sedikit dokter umum yang juga akhirnya wafat, karena melayani pasien yang bukan pasien Covid ternyata tanpa diketahui pasien tersebut adalah OTG orang tanpa gejala. Yang mana orang tanpa gejala pun dapat menulari orang lain termasuk para dokter,” ungkap Doni.

Terakhir yakni meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terpapar Covid-19. “Kemudian terkait dengan masalah tersebut di samping tadi saya katakan harus memproteksi diri kita supaya aman dan juga meningkatkan keimanan. Maka kita pun harus meningkatkan imunitas tubuh kita dengan cara olahraga yang teratur, istirahat yang yang cukup tidak boleh begadang, kemudian juga harus memakan makanan yang bervitamin, tidak boleh panik, dan hati pun harus gembira,” kata Doni.

“Nah, manakala metode kewajiban kita untuk menjaga keamanan dengan mematuhi protokol kesehatan juga wajib meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta wajib meningkatkan imunitas tubuh kita, maka kita semuanya Insya Allah akan terhindar dari musibah Covid ini,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini