RS Rujukan Covid-19 Sulit Ajukan Klaim, Ini Alasan Kemenkes

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 Oktober 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294613 rs-rujukan-covid-19-sulit-ajukan-klaim-ini-alasan-kemenkes-jtkzHJnlgy.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Abdul Kadir mengatakan, sebanyak 1.900 rumah sakit rujukan Covid-19 telah mengajukan klaim Covid-19. Namun, diantaranya masih banyak yang kesulitan melakukan klaim.

“Adapun mengenai kenapa sih sekarang masih ada kesulitan klaim? Sebenarnya di tahap awal itu memang kriteria yang kita gunakan itu memang agak ketat. Itu mengacu pada Permenkes 318 tentang petunjuk teknis pembayaran klaim Covid-19 ini. Disitu ditemukan ada 10 klaster dispute,” ungkap Kadir dalam Temu Media Pelayanan Kesehatan Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan secara virtual, Jumat (16/10/2020).

 Baca juga:

Total Klaim Tagihan Pasien Covid-19 dari RS Rujukan Sebesar Rp12 Triliun

BPOM Terbang ke China Inspeksi Pembuatan Vaksin Covid-19

Setelah melihat ada kesulitan klaim pembayaran tersebut, kemudian Kemenkes merevisi Permenkes Nomor 318 menjadi Permenkes Nomor 446, tentang petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien penyakit infeksi emerging tertentu bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan.

“Kemudian setelah melihat ternyata ada kesulitan dalam pembayaran termasuk klaster dispute, maka kita melakukan revisi Permenkes tersebut menjadi menjadi Permenkes 446. Dalam Permenkes 446 ini tinggal empat persyaratan oleh rumah sakit. Tidak lagi seperti dulu, ada 10 persyaratan yang harus dipenuhi sekarang ada empat. Dan ini memudahkan rumah sakit untuk melakukan klaim pembayaran,” jelas Kadir.

Selain itu, Kadir mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya klaim biaya ini dikarenakan beberapa RS dari 1.900 yang telah mengajukan klaim tersebut belum pernah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Masalahnya adalah ada sekitar 1.900 rumah sakit yang mengajukan klaim ini ada beberapa rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan BPJS,” sambungnya.

 

Sehingga, kata Kadir, RS yang belum pernah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan awam dengan proses klaim elektronik yang kini digunakan oleh BPJS Kesehatan.

“Sehingga dengan demikian, rumah sakit-rumah sakit yang belum pernah melakukan kerjasama dengan BPJS ini belum familiar, dan belum mengerti tentang pengajuan klaim dengan menggunakan elektronik klaim dari BPJS,” kata Kadir.

Sehingga saat ini, kata Kadir pihaknya terus melakukan pendampingan kepada rumah sakit-rumah sakit tersebut untuk proses klaim.

“Oleh karena itu lah sekarang ini dilakukan pendampingan bagi mereka-mereka rumah sakit yang baru saja melakukan kerjasama dengan BPJS,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini