Kemenkes: 1.900 RS Ajukan Klaim Tagihan Penanganan Pasien Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 Oktober 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 337 2294579 kemenkes-1-900-rs-ajukan-klaim-tagihan-penanganan-pasien-covid-19-owF0ozPfNe.jpg (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 1.900 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 telah mengajukan klaim pembayaran untuk penanganan pasien Covid-19.

“Ada sekitar 1.900 rumah sakit yang mengajukan klaim,” ungkap Kadir dalam Temu Media Pelayanan Kesehatan Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Kadir pun tidak menampik bahwa hingga saat ini, di antara 1.900 RS rujukan tersebut masih ada kesulitan dalam proses klaim pembayaran. “Adapun mengenai kenapa sih sekarang masih ada kesulitan klaim? Sebenarnya di tahap awal itu memang kriteria yang kita gunakan itu memang agak ketat. Itu mengacu pada Permenkes 318 tentang petunjuk teknis pembayaran klaim Covid-19 ini. Di situ ditemukan ada 10 klaster dispute,” jelasnya.

Setelah melihat kesulitan klaim pembayaran tersebut, Kemenkes lalu merevisi Permenkes 318 menjadi Permenkes Nomor 446 tentang petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien penyakit infeksi emerging tertentu, bagi rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan.

Baca juga: Total Klaim Tagihan Pasien Covid-19 dari RS Rujukan Sebesar Rp12 Triliun

“Dalam Permenkes 446 ini tinggal empat persyaratan oleh rumah sakit. Tidak lagi seperti dulu, ada 10 persyaratan yang harus dipenuhi sekarang ada empat. Dan ini memudahkan rumah sakit untuk melakukan klaim pembayaran,” jelas Kadir.

Namun, Kadir mengatakan, dari 1.900 RS yang mengajukan klaim, beberapa di antaranya belum pernah bekerja sama dengan BPJS. Sehingga, beberapa rumah sakit itu masih awam dengan proses klaim elektronik yang digunakan oleh BPJS.

“Masalahnya adalah dari sekitar 1.900 rumah sakit yang mengajukan klaim ini, ada beberapa rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS. Sehingga dengan demikian rumah sakit-rumah sakit yang belum pernah melakukan kerja sama dengan BPJS ini belum familiar dan belum mengerti tentang pengajuan klaim dengan menggunakan elektronik klaim dari BPJS,” kata Kadir.

Sehingga saat ini, kata Kadir, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada rumah sakit-rumah sakit tersebut untuk proses klaim. “Oleh karena itu lah sekarang ini dilakukan pendampingan bagi mereka-mereka rumah sakit yang baru saja melakukan kerjasama dengan BPJS,” ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini