Isi WA Group KAMI Medan, Polri: Buat Skenario 98, Lempari Gedung DPR dan Polisi!

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 337 2294264 isi-grup-wa-medan-polri-buat-skenario-98-lempari-gedung-dpr-dan-polisi-pHYk0KT7It.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkap isi percakapan yang ada di dalam WhatsApp Grup (WAG) Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan.

(Baca juga: Mabes Polri Buka Suara soal Penangkapan Aktivis KAMI)

Argo mengatakan, isi WAG tersebut memuat penghasutan sehingga aksi demo menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Medan pada 8 Oktober 2020 lalu yang berujung ricuh.

Salah satunya kata Argo, seperti yang disampaikan tersangka KAMI Medan berinsial KA. Ia menuliskan dalam WAG tersebut untuk melempari Gedung DPR dan polisi.

(Baca juga: Jenguk 8 Pentolan KAMI, Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Ditolak Bareskrim)

"Tulisannya kalian jangan takut mundur. Lempar DPR dan lempari polisi. Itu ada (tulisannya) ini ada bantunyalah alat buktinya," kata Argo di Mabes Polri, Kamis (20/10/2020).

Tak hanya itu, polisi juga melihat tulisan lain dari tersangka JG yang juga ditangkap dimana ia menyampaikan hasutan untuk membuat kondisi seperti demonstrasi 1998 dan melakukan penjarahan.

"(Tersangka) JG, apa perannya JG ini dalam WAG tadi menyampaikan kena satu orang bom molotov bisa kebakar 10 orang dan bensin bisa berceceran disana. Kemudian ada juga menyampaikan buat skenario seperti 98. Kemudian penjarahan toko China dan rumah-umahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah," ujarnya

"Kemudian tersangka NZ. Tersangka WRP ini dia menyampaika besok wajib bawa bom molotov. Ini saya sebutkan salah satunya saja. Masih banyak dan akan dievaluasi oleh tim Cyber Mabes Polri," tambah Argo.

Menurut Argo dari sana terlihat peran para tersangka yang berusaha untuk membuat kericuhan saat aksi dengan pola menyebarkan hoax dan menghasut.

"Itu akibat pola hasut, pola hoax. Jadi ada keliatan semua peran masing-masing. Kemudian ada barang bukti HP dokumen chating, dan uang 500 ribu. Masing-masing kita jadikan barang bukti," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini