Jenguk 8 Pentolan KAMI, Gatot Nurmantyo dan Din Syamsuddin Ditolak Bareskrim

Muhamad Rizky, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 337 2294097 jenguk-8-pentolan-kami-gatot-nurmantyo-dan-din-syamsudin-ditolak-bareskrim-JJJC1LOHCA.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjeguk delapan anggotanya yang ditahan pihak kepolisian.

Mereka yang datang adalah mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin bersama tokoh lainnya. Kedatangan elite KAMI tersebut juga ingin menemui Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Namun kedatangan mereka ditolak oleh pihak Bareskrim.

(Baca juga: 8 Pentolan KAMI Ditangkap, Din Syamsuddin Temui Kapolri)

"Ya gini, kita kan bertamu meminta izin untuk menengok. Kami presidium, eksekutif, dan lain-lain. Kami menunggu sampai ada jawaban ya terima kasih ga ada masalah," kata Gatot Bareskrim Polri, Kamis (15/10/2020).

Namun Gatot tidak mempersoalkan penolakan pihak kepolisian untuk menjenguk rekannya tersebut. Adapun terkait alasan penolakan sendiri dia kurang memahami. "Enggak tahu, ya pokoknya ga dapat izin ya ga masalah," tutupnya.

Seperti diketahui, polisi menahan petinggi Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Ketiganya adalah Syahganda Nainggolan, Anton Permana dan Jumhur Hidayat.

"Sudah ditahan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

 

Ketiga petinggi KAMI itu sendiri ditangkap di lokasi yang berbeda. Anton Permana ditangkap di wilayah Rawamangun, Jakarta pada Senin 12 Oktober 2020.

Kemudian, Syahganda Nainggolan ditangkap keesokan harinya di wilayah Depok, sekira pukul 04.00 WIB subuh. Lalu Jumhur Hidayat juga diciduk di kawasan Jakarta Selatan.

Selain ketiga petinggi KAMI itu, Polri juga meringkus lima anggota KAMI lainnya dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya polisi menyatakan, mereka dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2014 Tentang ITE dan atau pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini