Update PB IDI: 136 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Riezky Maulana, iNews · Kamis 15 Oktober 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 337 2293993 update-pb-idi-136-dokter-meninggal-akibat-covid-19-ADgROtsSVj.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia kesehatan ketika Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan setidaknya empat dokter yang gugur karena Covid-19 dalam waktu satu pekan ini. Sementara itu, di dua pekan awal bulan Oktober, total sembilan dokter yang dicatat oleh PB IDI meninggal dunia.

Wakil Ketua Tim Mitigasi PB IDI Ari Kusuma Januarto mengatakan, hingga hari ini, Kamis (15/10/2020) total dokter yang meninggal akibat Covid-19 telah mencapai angka ada 136 dokter.

"Duka dan kekhawatiran terus menyelimuti para tenaga medis Indonesia. Pekan ini, empat orang dokter meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam waktu dua pekan Oktober, sudah ada sembilan dokter meninggal dunia dengan total 136 dokter wafat akibat Covid-19," kata Dokter Ari dalam keterangan tertulisnya, Kamis pagi.

Dari 136 dokter yang meninggal dunia, rinciannya adalah 71 dokter umum dengan enpat di antaranya merupakan guru besar. Kemudian, tercatat 63 orang merupakan dokter spesialis, serta lima guru besar, serta dua dokter residen.

Data para dokter yang meninggal dunia karena Covid-19 adalah mereka yang berasal dari18 IDI wilayah provinsi dan 66 IDI Cabang kota/kabupaten. Berdasarkan wilayah provinsi, jika dirincikan, Jawa Timur merupakan wilayah dengan tingkat kematian dokter paling banyak dengan 32 dokter.

Kemudian, di posisi kedua ada Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 19 dokter, dan Jawa Barat 12 dokter. Lalu lanjut di Jawa Tengah ada sembilan dokter, Sulawesi Selatan enam dokter, Bali lima dokter, dan Sumatera Selatan empat dokter.

Di samping itu, provinsi Kalimantan Selatan mencatat empat dokter meningg, di Aceh ada empat dokter, Kalimantan Timur tiga dokter, Riau empat dokter, Kepulauan Riau dua dokter. Sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat dua dokter, Nusa Tenggara Barat dua dokter, Sulawesi Utara eua dokter, Banten dua dokter, dan Papua Barat satu dokter.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini