Kepala BNPB Ungkap 4 Klaster Ancaman Bencana di Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 15 Oktober 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 337 2293970 kepala-bnpb-ungkap-4-klaster-ancaman-bencana-di-indonesia-xAdBvwqZOE.jpg Kepala BNPB Doni Monardo (foto: Dokumentasi BNPB)

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memaparkan empat klaster ancaman bencana yang terjadi di Indonesia, antara lain mencakup geologi-vulkanologi, hidrometeorologi basah dan kering, serta bencana nonalam seperti pandemi corona.

"Bencana ini kan kita kategorikan paling tidak ada empat klaster. Ancaman pertama adalah bencana alam klaster geologi dan vulkanologi, berupa gempa bumi dan letusan gunung api," ujar Doni selepas rapat terbatas dengan Presiden Jokowi bertajuk "Persiapan penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR)" secara virtual, Kamis (15/10/2020).

Kemudian klaster ancaman hidrometeorologi kering seperti kekeringan atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Doni menuturkan Indonesia sudah berhasil menekan luas tanah yang terbakar pada 2019. "Ini peran serta seluruh komponen baik pemerintah pusat, pemda, provinsi, dan relawan serta TNI Polri di daerah," tuturnya.

Sementara itu, lanjut Doni, klaster ancaman bencana ketiga yakni hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, abrasi pantai, dan lain sebagainya. "Dan ini terjadi setiap tahun. Dan korbannya sangat besar," jelasnya.

Lalu, klaster ancaman keempat yakni bencana nonalam seperti pandemi corona. Menurut Doni Indonesia akan berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk membahas studi kasus Covid-19 di berbagai negara dalam acara GPDRR pada 2022 mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah dalam forum internasional tersebut.

"Panitia akan berkoordinasi dengan pihak UN untuk membahas studi kasus negara mana yang diberikan kesempatan untuk sampaikan langkah penanganan yang telah dilakukan sehingga memberikan keberhasilan dalam kendalikan wabah covid," tukas Doni.

Sebagaimana diketahui, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 2022. Ini merupakan forum dua tahunan yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)/United Nations Office for Disaster Risk Reduction untuk mendiskusikan kemajuan dan tren terbaru penanganan bencana.

"Forum ini akan dihadiri 193 negara, jadi memang ini akan menjadi sebuah forum besar dan dihadiri kurang lebih nanti 5000-7000 peserta, oleh sebab itu ini harus dipersiapkan dengan baik," ujar Jokowi.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini