Tekan Kematian Covid-19, Kemenkes Perkuat Posbindu di 80 Ribu Desa

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 14 Oktober 2020 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 337 2293570 tekan-kematian-covid-19-kemenkes-perkuat-posbindu-di-80-ribu-desa-BmChGpbxyp.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong penguatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) untuk menekan angka kematian Covid-19 dari orang dengan penyakit penyerta (komorbid). Pasalnya, penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) terkonfirmasi Covid-19 berpotensi besar mengalami perburukan klinis sehingga meningkatkan risiko kematian.

Untuk itu, kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Cut Putri Arianie, dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya promotif preventif, Kementerian Kesehatan telah melakukan kegiatan monitoring dan skrining secara berkala dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui Posbindu.

Baca Juga:  Update Corona 14 Oktober 2020: Positif 344.749 Orang, 267.851 Sembuh & 12.156 Meninggal

Cut menyebutkan, hingga kini dari 80 ribu desa tercatat 60 ribu desa telah memiliki Posbindu. Ke depan, ditargetkan setiap satu desa terdapat satu Posbindu. Kendati demikian, cakupan masyarakat untuk melakukan skrining masih sangat rendah, hal ini dikarenakan Posbindu tidak memberikan pengobatan bagi para pasien, sehingga banyak masyarakat enggan memanfaatkannya.

“Pengobatan adanya di Puskesmas, oleh karenanya kami terus memberikan edukasi dan penguatan informasi agar masyarakat mau memanfaatkan Posbindu untuk melakukan deteksi dini secara berkala, ini kita terus dorong,” jelas Cut melalui rilis yang diterima Sindo Media (14/10/2020).

Baca Juga:  Klaster Keluarga Penyumbang Kasus Covid-19 Tertinggi di Bogor

Selain memanfaatkan Posbindu, deteksi dini dapat dilakukan dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan yang dimilikinya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Polanis). secara rutin, mereka terus dipantau kesehatannya serta dapat melakukan konsultasi dengan para dokter secara online melalui tele konsultasi. Kolaborasi keduanya, diharapkan dapat meningkatkan upaya deteksi dini, penemuan dan rujukan tindak lanjut sesuai kriteria klinis.

“Kemenkes terus mendorong masyarakat untuk melakukan skrining secara berkala, mereka bisa melakukan upaya deteksi dini secara mandiri di rumah maupun memanfaatkan program dari pemerintah yakni Posbindu dan Polanis. Kita terus berupaya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Dinas Kesehatan,” tegas Cut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini