Kembali Usut Korupsi e-KTP, KPK Periksa Eks Pejabat BPPT

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 14 Oktober 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 337 2293376 kembali-usut-korupsi-e-ktp-kpk-periksa-eks-pejabat-bppt-oxbC8rwAYA.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Pengusutan tersebut ditandai dengan pemeriksaan seorang saksi, pada hari ini.

Adapun, satu saksi yang diperiksa yakni, mantan PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), Husni Fahmi. Husni Fahmi juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Sedianya, Husni bakal digali keterangannya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Isnu Edhi Wijaya (ISE).

(Baca juga: Usut Kembali Kasus E-KTP, KPK Panggil Eks Sekjen Kemendagri)

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ISE," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (14/10/2020).

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Empat tersangka baru tersebut yakni, mantan anggota DPR RI, Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

(Baca juga: Viral Ambulans Disergap Brimob, Polisi Amankan Tiga Penumpang)

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 10 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. 10 tersangka tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, Markus Nari. Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pokok korupsi e-KTP.

Sedangkan dua orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini yaitu, Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal merintangi atau menghalang-halangi proses penyidikan e-KTP.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini