Kronologi Penangkapan 8 Anggota KAMI di Medan dan Jakarta

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 13 Oktober 2020 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 337 2293026 kronologi-penangkapan-8-anggota-kami-di-medan-dan-jakarta-WVsz9zZbp2.jpg Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bareskrim Polri menangkap 8 orang yang terdiri dari petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI). Penangkapan dilakukan di Jakarta dan Medan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono menjelaskan kronologi penangkapan kedelapan orang tersebut. Awi mengatakan, penangkapan dilakukan secara berturut-turut, mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober 2020.

Pada tanggal 9 Oktober, penangkapan dilakukan di Medan. Ketua KAMI Medan, KA ditangkap oleh tim Siber Polda Sumatera Utara.

"Yang kedua 10 Oktober 2020, atas nama JG sama ditangkap di tim siber Polda Sumatera Utara. Kemudian, yang ketiga 10 Oktober 2020 atas nama NZ sama juga ditangkap tim siber Polda Sumatera Utara," kata Awi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

Kemudian, tanggal 12 Oktober 2020, WRP ditangkap tim siber Polda Sumatera Utara. Seluruhnya ditangkap karena terkait dengan adanya demo menolak Omnibus Law yang berakhir anarkis di Sumatera Utara.

Baca juga: 5 Anggota KAMI Jadi Tersangka Kasus UU ITE

Lalu, polisi menangkap 4 orang lainnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pertama, polisi menangkap AP di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, di rumah saudaranya pada tanggal 12 Oktober sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 WIB.

"Kemudian tanggal 13 Oktober ada dua kali penangkapan. Yang pertama atas nama SG, ditangkap di Depok pada pukul 04.00 pagi. Kemudian yang kedua JA ditangkap di Cipete, Jakarta Selatan sekitar pukul 06.00. Kemudian yang selanjutnya 10 Oktober 2020 telah ditangkap saudari KA di Tangsel pada pukul 13.30," ujar Awi.

Saat ini, kata Awi, ada beberapa orang yang sudah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan usai pemeriksaan 1x24 jam.

"Terkait yang dalam pemeriksaan 1 x 24 jam ini tentunya Polri akan melakukan pemeriksaan intensif sembari juga menunggu yang beberapa belum ada pengacaranya kita tunggu, tentunya nanti akan ditindaklanjuti terkait dengan penyidikannya," ucap Awi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini