Pakai Seragam Polisi saat Sidang, Brigjen Prasetijo Ditegur Hakim

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Selasa 13 Oktober 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 337 2292913 pakai-seragam-polisi-saat-sidang-brigjen-prasetijo-ditegur-hakim-e4EM57kzmj.jpg Hakim tegus Brigjen Prasetijo lantaran pakai seragam polisi saat sidang (foto: Sindonews)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegur Terdakwa kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo karena memakai pakaian dinas kepolisian saat persidangan.

Hal itu terjadi usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) selesai membacakan surat dakwaan terhadap Brigjen Prasetijo.

"Jadi, diharapkan saudara terdakwa hari ini diberi toleransi diharapkan hari berikutnya persidangan kita, saudara dalam pakaian yang tidak dengan jabatan, pakaian jabatan," ujar Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020).

Hakim meminta Brigjen Prasetijo tidak lagi memakai seragam kepolisian pada sidang berikutnya. Hakim menegaskan seluruh warga negara mempunyai kedudukan yang sama di hadapan hukum.

"Karena semua warga negara Indonesia sama kedudukannya dalam hukum, sehingga di depan persidangan diharapkan untuk berpakaian seperti apa yang lainnya," tegas hakim.

Sebelumnya, nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit sempat tercatut dalam surat jalan palsu yang dibuat oleh Brigjen Prasetijo Utomo untuk memuluskan perjalanan Djoko Soegiarto Tjandra. Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Baca Juga : Didakwa Palsukan Surat Jalan, Djoko Tjandra Bakal Ajukan Eksepsi

Salah satunya adalah cara Brigjen Prasetijo Utomo dalam usahanya membantu membuatkan surat jalan untuk Djoko Tjandra.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut dalam dakwaannya jika Brigjen Prasetijo Utomo mencoret nama Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit agar surat jalan palsu bisa segera terbit. Prasetijo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri, meminta bawahannya untuk merevisi surat jalan tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini