Prabowo : Buruh Jangan Emosional, Perusahaan Gampang Pindah

Felldy Utama, iNews · Selasa 13 Oktober 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 337 2292865 prabowo-buruh-jangan-emosional-perusahaan-gampang-pindah-yFe0KlgPr5.jpg Menhan Prabowo Subianto (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyinggung soal aksi mogok nasional. Ia berpesan agar para buruh jangan emosional dalam menanggapi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) lantaran para pengusaha bisa dengan cepat memindahkan lokasi usahanya.

"Kalau dia (buruh) terlalu kencang, si pengusaha pindah. Nah ini yang mesti disadari oleh teman-teman, kawan-kawan buruh. Jangan emosional, jangan cepat marah, jangan mudah untuk bikin aksi massa sehingga munculnya adalah vandalisme. Perusahaan itu gampang dia pindah," ujar Prabowo dalam wawancara eksklusifnya yang dipublikasikan DPP Partai Gerindra, Senin 12 Oktober 2020, malam.

Menurut Prabowo, di era global seperti sekarang ini, pengusaha tidak ambil pusing terhadap sejumlah aksi unjuk rasa dari para pekerja atau buruhnya. Termasuk, aksi mogok nasional.

"Pabrik-pabrik sudah diasuransi. Jadi kalau mau mogok, mau dibakar mau diduduki, si pengusaha tinggalkan saja pabriknya, sudah diasuransi kok," kata Prabowo.

Bahkan, kata Prabowo, si pengusaha ini akan tetap untung meskipun dia harus meninggalkan pabriknya di Indonesia. Sebab, pengusaha juga bisa dengan mudah dan cepat memindahkan modalnya di Indonesia ke negara lain yang dituju.

Baca Juga : Prabowo: 80% Tuntutan Buruh Sudah Terakomodir di UU Ciptaker

Baca Juga : Naik Mobil Komando, Gubernur Sulsel Jelaskan Pentingnya Omnibus Law

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini menyebut, hal itu tidak saja hanya dilakukan para pengusaha-pengusaha asing yang berinvestasi di Indonesia. Melainkan, pengusaha Indonesia juga bisa mengambil sikap yang sama.

"Sekarang sudah ada pengusaha-pengusaha Indonesia yang ada di India, yang buka pabrik di Nigeria, yang ada di Mesir. Jadi dunia ini sudah semakin kecil, modal itu cepat pindah," ujarnya.

Prabowo memahami saat ini para pimpinan buruh tengah dihadapkan situasi yang dilema. Di satu sisi, harus memperjuangkan hak-hak para buruh, tapi di sisi lain juga harus bisa mengerti dari pihak perusahaan itu sendiri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini