Antisipasi Partisipasi Pemilih Rendah, Bamsoet Minta KPU Lebih Fokus Persiapkan Pilkada 2020

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 13 Oktober 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 337 2292855 antisipasi-partisipasi-pemilih-rendah-bamsoet-minta-kpu-lebih-fokus-persiapkan-pilkada-2020-xltIyxczQN.jpg Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Foto : Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Kemenko Polhukam) memperkirakan tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bakal rendah. Hal tersebut lantaran waktu pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2020 kemungkinan besar masih dalam masa pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyikapi pernyataan Kemenko Polhukam tersebut. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu meminta pemerintah mempersiapkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan standar dan protokol kesehatan.

Pemerintah diminta menyampaikan kepada masyarakat agar tak perlu khawatir untuk menggunakan hak pilihnya. Itu karena pemerintah menjamin di tempat pemungutan suara telah diatur sesuai protokol kesehatan dan diberlakukan jaga jarak antara pemilih.

Di sisi lain, Bamsoet meminta KPU pusat dan daerah fokus dalam memaksimalkan persiapan Pilkada Serentak 2020. Hal ini agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan sesuai target dan harapan terpilihnya kepala daerah yang mampu membangun dan memajukan daerahnya serta membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

"KPU harus berkomitmen agar seluruh penyelenggaraan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan di 270 wilayah di Indonesia, baik untuk teknis pemungutan suara maupun seluruh tahapan lainnya, dapat berjalan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19," ujar Bamsoet, Selasa (13/10/2020).

Mantan Ketua DPR ini mendorong KPU bersinergi dengan TNI-Polri dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan saat penyelenggaraan Pilkada 2020. Ia menilai, dengan adanya pengawasan yang ketat diharapkan dapat meminimalkan potensi penyebaran Covid-19.

Baca Juga : KPU Sebut Penundaan Pilkada Masih Mungkin Terjadi

KPU juga diminta berkomitmen dalam menjamin serta memastikan semua proses tahapan Pilkada berjalan sehat dan aman dan sesuai dengan asas pemilu, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber-jurdil).

Baca Juga : Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Ini Sanksi yang Tepat untuk Paslon Pilkada 2020

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini