TGPF Intan Jaya Rampung Periksa 25 Saksi, Termasuk Istri Pendeta Yeremia

Riezky Maulana, iNews · Selasa 13 Oktober 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 337 2292843 tgpf-intan-jaya-rampung-periksa-25-saksi-termasuk-istri-pendeta-yeremia-okIOsvffbq.jpg Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Penembakan di Intan Jaya Benny Mamoto. (Foto : Okezone)

JAKARTA – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya telah selesai mengumpulkan data dan informasi terkait kasus penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani serta anggota TNI di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Selama proses pengumpulan data tersebut, TGPF setidaknya memeriksa 25 saksi.

Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF, Benny Mamoto menuturkan, ke-25 saksi datang dari berbagai unsur, termasuk istri Pendeta Yeremia Zanambani dan dua saudara pendeta tersebut.

"Kami memeriksa cukup banyak saksi, sekitar 25 atau mungkin lebih ya. Yaitu istri korban, kemudian dua saudaranya yang datang diminta untuk melihat korban. Ada juga satu 1 saksi pascaperistiwa," kata Benny di Kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2020).

Selain itu, sambung Benny, TGPF Intan Jaya meminta keterangan petugas medis yang memeriksa kondisi jenazah Pendeta Yeremia. Kemudian, para aparat keamanan yang berjaga di Distrik Hatadipa juga telah diperiksa dikarenakan saat itu sedang ada proses evakuasi jenazah Serka Sahlan yang tertembak, Kamis (17/9/2020).

"Karena waktu itu ada kegiatan evakuasi korban Serka Sahlan. Pagi itu dia ditembak, kemudian mukanya dibacok dua kali itu akan dievakuasi sehingga perlu pengawalan dan perlu diamankan. Mereka juga sudah kami periksa dan dimintai keterangan," ujar Benny.

Sebagaimana diketahui, TGPF Intan Jaya berhasil meyakinkan keluarga pendeta Yeremia Zanambani untuk mengautopsi dan mendatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dari pihak kepolisian. Sebelumnya pihak keluarga tidak mau menandatangani BAP serta autopsi akan dilakukan pada kesempatan lain.

Benny menuturkan, tugas TGPF mengumpulkan data lapangan untuk membuat terang peristiwa ini. Nantinya, segala macam data dan informasi yang telah dikumpulkan akan dianalisis dan evaluasi sebelum akhirnya diserahkan ke Menko Polhukam Mahfud MD.

Baca Juga : Mahfud MD Bentuk TGPF Kasus Penembakan di Papua, Ini Daftar Nama Anggotanya

"Seluruh informasi yang kami peroleh akan kami analisa, akan kami evaluasi, kemudian akan kami laporkan kepada bapak Menko Polhukam selaku penanggung jawab," ujarnya, Senin (12/10/2020).

Baca Juga : Mahfud MD: TGPF Orang-Orang Berintegritas, Tidak Mungkin Berbohong!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini