Kasus Jiwasraya, Kejagung Tahan Mantan Petinggi OJK Fakhri Hilmi

Erfan Maaruf, iNews · Senin 12 Oktober 2020 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 337 2292546 kejagung-tahan-mantan-petinggi-ojk-fakhri-hilmi-TIAwBWkvip.png Fakhri Hilmi ditahan Kejagung (Foto : iNews.id)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A pada Otoritas Jasa Keuangan, Fakhri Hilmi yang merupakan tersangka dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak 25 Juni 2020.

"Pada hari ini terhadap tersangka FH (Fakhri Hilmi) akan dilakukan penahanan dengan jenis penahanan rutan (rumah tahanan)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Senin (12/10/2020).

Fahri keluar dengan rompi pink milik Kejaksaan Agung setelah menjalani sekira 10 jam pemeriksaan sejak pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Dia ditahan di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari terhitung sejak 12 Oktober 2020.

Hari menjelaskan, baru dilakukannya penahanan terhadap Fahri setelah penyidik memberikan penilaian secara subjekif dan objektif terhadap tersangka. Beberapa diantaranya seperti dikhawatirkan melakukan perbuatan pidana serupa, melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan lainnya.

"(Penahanan) Setelah melakukan serangkaian tindakan penyidikan, baik itu pemeriksaan alat bukti kepada saksi, ahli, dikaitkan dengan alat bukti lain. Maupun dari tersangka sendiri sendiri," kata dia.

Baca Juga : SBY Minta Pemerintah Ungkap Aktor Intelektual Demo Penolakan UU Ciptaker

Dalam kasus itu, kejaksaan menduga Hilmi mengetahui proses penyimpangan transaksi saham PT Asuransi Jiwasraya pada 2016. Hilmi dalam jabatannya mendapat laporan tejadi dugaan penyimpangan transaksi saham yang merupakan tindak pidana pasar modal sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1995.

Hilmi diduga tak memberikan sanksi yang tegas terhadap produk reksadana yang dimaksud karena telah ada kesepakatan dengan Erry Firmansyah dan terdakwa Joko Hartono Tirto yang diduga terafiliasi dengan Heru Hidayat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini