Antisipasi Banjir Imbas Efek La Nina, Doni Monardo Minta Daerah Siap Siaga

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 12 Oktober 2020 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 337 2292515 antisipasi-banjir-imbas-efek-la-nina-doni-monardo-minta-daerah-siap-siaga-UzmRlYxdZY.jpg Kepala BNPB Doni Monardo. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Fenomena La Nina mempunyai efek terhadap anomali cuaca di Indonesia. Salah satu efeknya yakni terjadi hujan dengan intensitas ringan dan sedang yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Bahkan akan berdampak pada bencana hidrometeorologi salah satunya banjir bandang.

“Nah kita melihat bahwa terjadi anomali cuaca, pada tahun yang lalu bulan yang sama September, Oktober, dan bahkan November masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi terutama di Riau, kemudian di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan,” tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo dalam Update Komite PC PEN - Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan, dan Antisipasi Bencana Banjir Musim Hujan di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (12/10/2020).

“Namun, apa kita hadapi hari ini, provinsi-provinsi tersebut justru mengalami percepatan turunnya hujan. Ini juga sudah disampaikan BMKG, dalam periode 3 bulan ke depan bahkan sampai Maret yang akan datang kita menghadapi curah hujan yang tinggi karena efek La Nina,” ujar Doni.

Doni mengatakan, seperti halnya Jakarta pada 1 Januari 2020 terjadi hujan lebat di bagian hulu terutama di kawasan Bogor dan sekitarnya, Gede Pangrango dan Halimun Salak.

“Korban jiwa yang timbul akibat banjir tersebut juga cukup banyak, puluhan orang wafat dan itu termasuk angka yang tertinggi untuk wilayah Jakarta,” ujarnya.

“Nah, kami dari Satgas kemudian juga dipandu Bapak Menko Marves sudah mendapatkan informasi dari Kepala BMKG Profesor Dwikorita dihadiri para gubernur di daerah-daerah yang berpotensi terjadinya banjir dan banjir bandang,” ucap Doni.

Dalam hal ini, Doni mengatakan telah mengeluarkan sejumlah surat edaran kepada para gubernur, bupati, wali kota untuk mewaspadai beberapa hal. Pertama adalah mengikuti perkembangan yang disampaikan BMKG.

“Kedua melakukan langkah-langkah persiapan apel kesiapsiagaan, mengecek perahu, mengecek tenda, tempat pengungsian, kemudian obat-obatan bagi masyarakat yang mungkin akan berdampak. Kemudian juga makanan siap saji, kemudian juga untuk ibu-ibu hamil, anak-anak kecil, balita selimut dan semuanya, sudah kita ingatkan untuk disiapkan lebih awal lagi,” ujar Doni.

Selain itu, ia meminta sejumlah daerah yang masih memasuki musim hujan untuk melakukan susur sungai. Namun, dengan memilih orang-orang yang professional dan terlatih.

“Jangan menugaskan orang-orang yang belum punya pengalaman karena dampaknya sangat berbahaya. Tiba-tiba ada hujan lantas terjadi banjir bandang bisa akibatkan korban jiwa,” tuturnya.

Kemudian, Doni juga meminta kepada seluruh pimpinan sampai dengan tingkat RT/RW untuk mau bekerja gotong-royong membersihkan semua saluran drainase, selokan, kemudian sungai-sungai kecil tersumbat.

Baca Juga : Hadapi Fenomena La Nina, Ini Imbauan BNPB

“Nah ini semuanya dibutuhkan kerjasama dalam kondisi pandemi ini kita juga dituntut untuk bisa memperhatikan alam sekitar kita. Jangan sampai nantinya terjadinya hujan kemudian banjir lantas ada apa namanya kerugian jiwa yang tidak diharapkan.”

“Termasuk juga adalah sistem peringatan dini di sepanjang sungai. Bagi daerah yang sudah memiliki informasi adanya hujan di hulu, maka sebaiknya mereka yang berada di sepanjang sungai untuk diungsikan sementara agar ketika banjir bandang tiba mereka semuanya bisa selamat,” tegas Doni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini